Berita  

Pengurus Besar GEMUSBA Masa Bakti 2026 Resmi Dilantik di Kedaton Kesultanan Ternate

TERNATE – HabarIndonesia.id – Pengurus Besar (Dodego Lamo) Generasi Muda Sultan Baabullah (GEMUSBA) masa bakti 2026 resmi dilantik pada Senin malam, 5 Januari 2026, bertempat di Pendopo Bala, Kedaton Kesultanan Ternate.

Pelantikan berlangsung khidmat dan sarat makna adat, menegaskan peran strategis generasi muda dalam menjaga nilai budaya dan sejarah Kesultanan Ternate.

Pelantikan tersebut dihadiri Sultan Ternate Hidayatullah Sjah, Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe, perwakilan Pemerintah Kota Ternate, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan kementerian dan lembaga Republik Indonesia, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, unsur kemahasiswaan, serta insan pers.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya dukungan terhadap GEMUSBA sebagai organisasi kepemudaan yang berakar pada nilai adat, budaya, dan sejarah perjuangan Kesultanan Ternate.

Ketua GEMUSBA, Jo Ngofa Ismulsujud, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya pelantikan yang ia sebut sebagai momen bersejarah bagi organisasi.

Menurutnya, pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan tanggung jawab sejarah untuk melanjutkan estafet perjuangan generasi muda Kesultanan Ternate.

Ia menyampaikan penghormatan kepada Sultan Ternate selaku Dewan Pembina, Wakil Gubernur Maluku Utara, unsur pemerintah daerah, Forkopimda, pimpinan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ismulsujud menegaskan bahwa GEMUSBA bukan organisasi baru. Organisasi ini berdiri sejak 1968 atas prakarsa almarhum Sultan Ternate dengan tujuan menjaga adat, budaya, dan martabat Kesultanan Ternate.

Pada tahun 1998, Sultan Hidayatullah menegaskan kembali identitas organisasi dengan mengubah nama Pemuda Babullah menjadi Generasi Muda Sultan Babullah.

“Perubahan nama tersebut bukan sekadar simbol, tetapi penegasan jati diri pemuda yang berakar pada nilai perjuangan, keberanian, dan kepemimpinan Sultan Babullah,” ujarnya.

Pelantikan pengurus kali ini juga didahului dengan rangkaian kegiatan spiritual dan historis berupa ziarah ke makam para tokoh Kesultanan Ternate, termasuk makam Sultan Babullah.

Rangkaian tersebut dimaknai sebagai refleksi sejarah untuk meneguhkan adab dan kesadaran bahwa kepemimpinan sejati lahir dari keteladanan para leluhur.

Mengusung tema “Sinergi Adat dan Kepemimpinan Muda sebagai Mercusuar Peradaban”, Ketua GEMUSBA menegaskan komitmen organisasi untuk menjadikan adat sebagai landasan etika dan moral dalam membangun kepemimpinan muda yang berkarakter, berintegritas, adaptif, serta berwawasan nasional.

Sementara itu, Sultan Ternate Hidayatullah Sjah selaku Dewan Pembina GEMUSBA menekankan pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan daerah tanpa terlibat dalam politik praktis.

Ia menegaskan bahwa sejak awal berdirinya, organisasi ini diarahkan untuk fokus pada penguatan adat, persatuan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sultan juga mengulas sejarah organisasi yang bermula dari Pemuda Dewan Adat pada 1966, kemudian berubah menjadi Pemuda Babullah pada 1968, hingga akhirnya menjadi Generasi Muda Sultan Babullah pada 1998 agar lebih inklusif dan melibatkan seluruh elemen pemuda dan pemudi.

“Pada tahun 1998, nama organisasi diubah menjadi Generasi Muda Sultan Babullah agar lebih inklusif dan mencerminkan keterlibatan seluruh elemen pemuda dan pemudi. Sejak awal, Saya menegaskan bahwa organisasi ini tidak boleh terlibat dalam politik praktis, melainkan fokus pada penguatan adat, persatuan, dan pengabdian kepada masyarakat.” Ujarnya Sultan ternate.

Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, dalam sambutannya menyatakan bahwa generasi muda adalah pemilik masa depan daerah dan bangsa.

Ia mengapresiasi peran GEMUSBA sebagai organisasi kepemudaan yang memiliki nilai historis dan peran strategis dalam pembangunan Maluku Utara.

Wagub menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, keterampilan, dan kaderisasi berkelanjutan, serta mengajak generasi muda menjaga harmoni antara nilai kebangsaan, adat dan budaya, serta nilai agama.

“Selain itu, saya mengajak generasi muda untuk menjaga harmoni antara nilai kebangsaan, adat dan budaya, serta nilai agama, sekaligus peduli terhadap pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam.” Ujarnya Wagub Sarbin.

Menutup sambutannya, Wagub mengajak seluruh elemen pemuda untuk menjaga demokrasi yang sehat, menjauhi politik praktis yang memecah belah, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah demi kemajuan Maluku Utara dan Indonesia secara berkelanjutan.

(Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *