SOFIFI – HabarIndonesia.id – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan pada awal tahun 2026.
Fokus tersebut menjadi agenda utama setelah program pendidikan dan layanan kesehatan gratis dinilai berjalan dengan baik.
Hal itu disampaikan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda usai menggelar open house di kediaman gubernur di Sofifi. Kamis, 01/01/26.
Sherly menjelaskan, agenda perdana pemerintahan Provinsi Maluku Utara pada tahun 2026 akan dimulai pada 5 Januari 2026 dengan pelaksanaan apel bersama yang akan dipimpinnya langsung.
Selain itu, sejumlah agenda nasional juga dijadwalkan berlangsung sepanjang Januari, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia daerah.
Di sektor pendidikan, Sherly menyampaikan bahwa kebijakan pendidikan gratis yang telah berjalan kini memasuki tahap evaluasi dan peningkatan mutu. Pemerintah provinsi, kata dia, tidak lagi hanya berfokus pada akses pendidikan, tetapi juga pada kualitas pembelajaran.
“Kita sudah melewati tahap akses. Sekarang fokusnya kualitas,” ujar Sherly.
Untuk meningkatkan mutu pendidikan, Pemprov Maluku Utara menggandeng sejumlah mitra swasta nasional dan internasional, di antaranya Microsoft, Acer, dan Sampoerna Foundation.
Kerja sama tersebut difokuskan pada peningkatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi pendidikan, serta penguatan ekosistem belajar di sekolah-sekolah.
Sherly juga menargetkan peningkatan peringkat Standar Pelayanan Nasional (SPN) pendidikan Maluku Utara yang sebelumnya berada di peringkat ke-48 secara nasional.
“Target kita bisa masuk 10 besar. Itu butuh kerja sama dan konsistensi,” tegasnya.
Sementara itu, di sektor kesehatan, Sherly memastikan program layanan kesehatan gratis tetap dilanjutkan pada 2026. Namun, pemerintah kini memberikan perhatian lebih pada peningkatan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan.
Menurutnya, tantangan di sektor kesehatan masih cukup besar, mulai dari kualitas layanan, pemerataan tenaga kesehatan, hingga kesiapan fasilitas di wilayah terpencil.
“Layanan gratis tetap jalan, tapi PR-nya masih banyak. Kita ingin masyarakat bukan hanya dilayani gratis, tapi juga dilayani dengan baik,” katanya.
Ia menambahkan, Pemprov Maluku Utara akan melakukan pembenahan secara bertahap agar layanan kesehatan semakin berkualitas dan merata di seluruh wilayah.
Sherly berharap bahwa fokus pada dua sektor utama sebagai kunci masa depan daerah, yakni peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, dapat mendorong pembangunan sumber daya manusia Maluku Utara yang berkelanjutan serta berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
(Red)













