Berita  

Pembangunan Malut Disorot Mahasiswa HMPS Sosiologi UMMU, DPRD Tekankan Pentingnya SDM dan Pendidikan

TERNATE – HabarIndonesia.id – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sosiologi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) menggelar kuliah tamu perdana bertema “Problem Pembangunan (Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur Maluku Utara)”, menghadirkan Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Komisi III dari Fraksi PKB, Muksin Amron, S.H., sebagai narasumber utama.

Kegiatan akademik tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari agenda penguatan kajian kritis mahasiswa terhadap dinamika pembangunan daerah, sekaligus menjadi momentum awal kepemimpinan Rila A. Marwa sebagai Ketua HMPS Sosiologi UMMU periode 2024–2025.

Dalam sambutannya, Rila A. Marwa menegaskan bahwa pembangunan dalam perspektif sosiologi tidak hanya dimaknai sebagai pertumbuhan ekonomi atau pembangunan fisik semata, melainkan sebagai proses sosial yang sarat dengan relasi kekuasaan, struktur, serta kepentingan.

“Dalam kajian sosiologi, pembangunan harus dibaca secara kritis. Satu tahun kepemimpinan Gubernur Maluku Utara menjadi momentum penting untuk kita telaah secara akademis, terutama melihat ketimpangan sosial dan wilayah yang masih terjadi,” ujar Rila Saat Sambutan. Selasa 30/12/25.

Ia menyoroti masih kuatnya persoalan kemiskinan struktural serta dampak sosial dan ekologis dari aktivitas pembangunan, khususnya di wilayah kepulauan dan kawasan pertambangan.

Menurutnya, mahasiswa sosiologi dituntut untuk tidak sekadar menjadi penonton, tetapi mampu menganalisis dan menawarkan perspektif alternatif yang berpihak pada keadilan sosial.

“Melalui kuliah tamu ini, kami berharap tercipta ruang pertukaran gagasan ilmiah yang mempertemukan teori di bangku kuliah dengan realitas sosial masyarakat Maluku Utara. Kritik yang lahir harus konstruktif, objektif, dan berorientasi pada keadilan sosial,” tegasnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing HMPS Sosiologi, Yahya Alhadad, dalam sambutannya mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan forum dialog tersebut sebagai ruang menyampaikan keresahan dan kritik terhadap berbagai problem yang terjadi selama kepemimpinan Gubernur Maluku Utara.

“Forum ini adalah ruang dialog. Mahasiswa dipersilakan menyampaikan pertanyaan, kritik, maupun keluhan berdasarkan data dan realitas yang dihadapi masyarakat,” ungkap Yahya.

Narasumber utama, Muksin Amrin, dalam pemaparannya menekankan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari aspek fisik, tetapi juga pembangunan nonfisik, terutama peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.

“Pembangunan paling krusial saat ini adalah pendidikan. Jika sumber daya manusia Maluku Utara tidak mampu bersaing, maka kita akan selalu kalah dengan daerah lain,” ujarnya.

Ia mencontohkan pengalamannya saat bekerja di instansi pemerintahan, di mana dalam seleksi pegawai negeri, sebagian besar yang lolos berasal dari luar daerah, bukan dari Maluku Utara. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan masih lemahnya kualitas pendidikan dan daya saing SDM lokal.

“Oleh karena itu, undang-undang telah mengamanatkan 20 persen anggaran untuk pendidikan. Ini harus dimanfaatkan secara maksimal agar Maluku Utara tidak tertinggal,” pungkasnya.

“Kuliah tamu ini diharapkan mampu memperkuat peran teman-teman mahasiswa sosiologi sebagai agen perubahan sosial yang kritis dan berkontribusi dalam mengawal arah pembangunan Maluku Utara berkelanjutan,” Tutup Yahya.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *