Diduga Tebang Pilih, Polsek Galela Disorot Terkait Mandeknya Enam bulan Penanganan Kasus Penganiayaan

- Wartawan

Rabu, 17 Desember 2025 - 15:11 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALUT – HabarIndonesia.id – Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Pasal 13 menegaskan bahwa tugas pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) meliputi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta pemberian perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Namun, implementasi tugas tersebut kini dipertanyakan dalam penanganan kasus penganiayaan yang terjadi di Kabupaten Halmahera Utara. Rabu, 17/12/25.

Kasus penganiayaan tersebut terjadi pada 3 Juni 2025 di Desa Simau, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara. Hingga memasuki bulan keenam, korban menilai proses hukum yang berjalan di Polsek Galela belum menunjukkan perkembangan yang signifikan dan terkesan tertutup.

Korban penganiayaan, Nurfardiyanti Syamsu, mengaku sangat kecewa terhadap pelayanan yang diberikan oleh Polsek Galela. Ia menilai penanganan laporannya tidak sesuai dengan harapan korban pencari keadilan.

“Kami sangat kecewa atas pelayanan Polsek Galela. Keterangan yang disampaikan oleh Kasat Reskrim Polsek Galela, Aiptu Marsudi H. Kamal, tidak berbanding lurus dengan harapan kami sebagai korban,” ujar Nurfardiyanti kepada wartawan.

Lebih lanjut, Nurfardiyanti menyoroti adanya perbedaan perlakuan dalam proses hukum.

Menurutnya, ketika terduga pelaku penganiayaan melaporkan balik korban atas dugaan pencemaran nama baik, laporan tersebut justru diproses dengan cepat oleh pihak Polsek Galela, meskipun baru berlangsung beberapa minggu terakhir.

“Kasus saya sebagai korban belum ditindaklanjuti, sementara pelaku datang melapor terkait pencemaran nama baik dan Polsek langsung bertindak cepat. Ada apa sebenarnya ini,” tegasnya.

Ia juga menduga adanya keberpihakan dalam penanganan perkara tersebut. Nurfardiyanti menilai sikap Kapolsek Galela dan jajarannya terkesan melindungi terduga pelaku dalam kasus dugaan kekerasan dan pengeroyokan yang dialaminya.

Sebagai bentuk keseriusan mencari keadilan, Nurfardiyanti menyatakan akan mengambil langkah lanjutan apabila laporannya tidak segera ditindaklanjuti.

“Saya beritikad akan melaporkan kasus ini ke Propam Polda terkait dugaan ketidaknormalan pelayanan serta tebang pilih dalam penanganan hukum pidana,” ungkapnya.

(Red)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:55 WIT

Tingkatkan Pelayanan dan Pengawasan TKA, Imigrasi Ternate Jalin Kerja Sama dengan Harita Nickel

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:36 WIT

Mantan Kepala Puskesmas Buli Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOK, Negara Rugi Rp524 Juta

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:56 WIT

Gubernur Sherly Gandeng BNN RI, Tiga Program Disiapkan untuk Tekan Penyebaran Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:20 WIT

Dugaan Penyaluran BBM APMS Dolik ke Sali Bay Resort Mencuat, Publik Minta Transparansi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:04 WIT

Gadis 19 Tahun Asal Halsel Dilaporkan Hilang, Keluarga Telusuri Keberadaannya hingga Maluku

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:34 WIT

Kapolres Halsel Turun ke Sekolah Beri Pesan Tegas kepada Pelajar, Jauhi Narkoba, Miras, dan Tawuran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:46 WIT

Kasus Zahra Berkah Masih Bergulir, Polres Ternate Himpun Sitaan Lebih dari Rp3 Miliar

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:26 WIT

CV Lexios Jaya Utama Layangkan Somasi II, HK-MAP KSO Didesak Lunasi Tunggakan Rp1,57 Miliar

Berita Terbaru