KM Kieraha III, Tulang Punggung Transportasi Laut di Wilayah Terpencil Halsel dan Halteng

- Wartawan

Selasa, 15 Juli 2025 - 11:38 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL – HabarIndonesia. Kapal Motor (KM) Kieraha III menjadi jawaban atas kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah terpencil Halmahera Selatan (Halsel) dan Weda, Halmahera Tengah (Halteng).

Kapal perintis ini memberikan dampak signifikan dalam menghubungkan masyarakat dengan pusat-pusat ekonomi dan pelayanan publik, baik dari sisi mobilitas penumpang maupun distribusi barang.

Salah satu nahkoda KM Kieraha III, Bapak Irfan, saat diwawancarai media HabarIndonesia.id pada Selasa (15/07/2025), mengungkapkan bahwa pelayaran kapal ini memiliki dua rute utama dari pos pelabuhan di Kota Ternate, yaitu Rute A dan Rute B.

“Untuk Rute A, kapal melayani wilayah Halmahera, dengan tujuan ke sejumlah desa di Halmahera Selatan dan Halmahera Tengah, seperti Desa Tomara Bacan Timur, Desa Bisui Gane Timur Tengah, Desa Mafa Gane Timur, Weda, Desa Mesak, Banemo, Patani, hingga Kecamatan Gebe,” jelas Irfan.

Sementara itu, Irfan melanjutkan, Rute B mencakup pelayaran dari Ternate menuju Batang Dua dan Bitung. Dalam sebulan, kapal beroperasi selama 12 hari sesuai dengan jadwal dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan Laut.

“Kapal perintis ini fokus melayani penumpang dan mengangkut barang bawaan mereka. Namun, melihat kebutuhan masyarakat, khususnya dalam sektor perdagangan komoditas seperti kopra dan pala, kami juga mengambil kebijakan untuk memuat barang demi mendukung perekonomian desa,” tambah Irfan.

Agus, seorang pengusaha lokal menyatakan, rasa syukur atas kehadiran KM Kieraha III. Menurutnya, kapal ini sangat membantu proses pengangkutan hasil bumi seperti kopra, pala, dan cokelat ke kota, sehingga memperlancar kegiatan ekonomi masyarakat desa.

“Tarif tiket penumpang dan biaya muatan barang masih tergolong terjangkau. Meski perjalanan memakan waktu hingga satu hari satu malam ke Ternate atau Bitung, kami tetap berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap layanan transportasi ini,” ucapnya Agus.

Lebih jauh, Agus juga mengungkapkan bahwa KM Kieraha III telah membuka aksesibilitas wilayah yang sebelumnya terisolasi. Kapal ini menghubungkan masyarakat terpencil dengan berbagai layanan vital seperti pendidikan, kesehatan, hingga pekerjaan di daerah yang lebih maju.

Irfan menambahkan, layanan transportasi yang diberikan KM Kieraha III jauh lebih nyaman dan efisien dibandingkan moda transportasi lain di wilayah tersebut. Hal ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“KM Kieraha III sangat berkontribusi dalam memperlancar perdagangan lokal. Proses bongkar muat barang yang dilakukan di berbagai kecamatan dan desa membantu tumbuhnya sektor ekonomi rakyat,” terang Irfan.

Selain itu, keberadaan kapal ini juga memungkinkan pelaku usaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas, mendapatkan pasokan barang yang lebih variatif, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.

“KM Kieraha III menjadi tulang punggung konektivitas laut di Halsel dan Halteng. Peran vitalnya dalam mobilitas manusia dan distribusi barang sangat dirasakan, terutama dalam mendorong pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat daerah terpencil,” pungkas Irfan.

(Munces)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru