Kelangkaan Mitan DiHalut, CV. SINAR JAYA PRATAMA Diduga Sengaja Persulit Penyaluran, Tuntutan Evaluasi Mengema

- Wartawan

Sabtu, 14 Juni 2025 - 00:50 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALUT – HabarIndonesia. Aroma permainan kotor dalam penyaluran minyak tanah (mitan) bersubsidi mulai tercium di Halmahera Utara. CV. Sinar Jaya Pratama, salah satu agen resmi penyalur mitan yang berlokasi di Desa Wari, diduga kuat mempersulit proses pengurusan pangkalan.

Dampaknya? Penyaluran mitan tersendat, kelangkaan pun tak terhindarkan. Masyarakat mengeluh, dan para tokoh muda angkat suara menuntut tindakan tegas.

Aburizal Bakrie Syamsu, mantan Ketua Umum Kerukunan Pelajar Mahasiswa Galela Maluku Utara (KPMG-MU), menegaskan bahwa tindakan agen tersebut berpotensi melanggar prinsip keadilan distribusi subsidi.

“Kami nilai CV. Sinar Jaya Pratama tidak transparan dan justru menjadi penghambat kelancaran distribusi minyak tanah bersubsidi di Halmahera Utara,” ujarnya saat dikonfirmasi media, Jumat (13/6).

Lebih jauh, Aburizal menyebut bahwa kelangkaan mitan yang terjadi saat ini tidak bisa dipandang sebagai kelalaian semata.

“Ada indikasi kuat bahwa tindakan ini disengaja dan tidak sejalan dengan upaya pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Piet Kasman dalam menertibkan distribusi mitan bersubsidi,” tegasnya.

Permintaan keras pun dilayangkan. “Kami mendesak Bupati Halmahera Utara segera mengevaluasi kinerja CV. Sinar Jaya Pratama sebagai agen. Ini menyangkut kebutuhan dasar rakyat di kecamatan dan desa-desa,” ucap Aburizal. Menurutnya, ketidaktepatan distribusi ini mencederai prinsip keadilan sosial.

Perbandingan mencolok terlihat pada agen lain, yakni AMT CV. Bumi Patra Makmur di Desa Wosia, yang disebut berhasil menyalurkan mitan tanpa kendala berarti.

“Beda jauh. Di Wosia penyaluran lancar. Tapi di Wari, justru terlambat. Ini jadi bukti ada yang tak beres di tubuh CV. Sinar Jaya Pratama,” tambahnya.

Lebih mengejutkan, Aburizal mengaitkan peristiwa ini dengan aroma politik menjelang Pilkada 2024.

“Kami patut menduga keterlambatan ini terkait kepentingan politik, karena salah satu petinggi di CV. Sinar Jaya Pratama diketahui punya afiliasi langsung dengan tim sukses salah satu kandidat,” tudingnya tegas.

Ia menekankan bahwa distribusi mitan seharusnya tidak dipolitisasi.

“Ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Jangan jadikan mitan sebagai alat mainan politik. Pemda Halut harus hadir dan bersikap tegas,” serunya.

Dalam pernyataan akhirnya, Aburizal mendesak Pemkab Halmahera Utara menjatuhkan sanksi.

“Sanksi harus diberikan agar ini jadi pelajaran bagi semua agen. Jangan main-main dengan kebutuhan rakyat. Bila perlu, cabut izin agen yang bermain api,” pungkasnya.

Kelangkaan mitan adalah krisis yang menyakitkan bagi masyarakat bawah. Saat distribusinya dipolitisasi, maka negara dan daerah harus hadir untuk meluruskan. Evaluasi harus dilakukan segera tanpa kompromi.

(Agis)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru