Gubernur Sherly Siapkan Master Plan Perhutanan Sosial, Pulau Tareba Didorong Jadi Destinasi Ekowisata

- Wartawan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:35 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dan Kementerian Kehutanan bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menetapkan Malut sebagai lokasi pilot project perhutanan sosial inklusif di Pulau Tareba, Kota Ternate. Senin (26/10/26). Dok. Humas Adpim.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dan Kementerian Kehutanan bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menetapkan Malut sebagai lokasi pilot project perhutanan sosial inklusif di Pulau Tareba, Kota Ternate. Senin (26/10/26). Dok. Humas Adpim.

TERNATE, HabarIndonesia.id – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi Kementerian Kehutanan bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) yang menetapkan Maluku Utara sebagai lokasi pilot project perhutanan sosial inklusif seluas 1.400 hektare.

Dari total luas tersebut, sekitar 90 persen penerima Surat Keputusan (SK) merupakan perempuan. Senin (26/10/2026).

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Sherly dalam rangkaian acara “Merajut Kejayaan Rempah Maluku Utara Melalui Perhutanan Sosial Inklusif” yang dihelat di Pulau Tareba, Kota Ternate.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki; Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan; Wali Kota Ternate; serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku Utara.

Dalam sambutannya, Gubernur Sherly menjelaskan bahwa proses administrasi untuk memfinalkan program perhutanan sosial ini memakan waktu kurang lebih enam bulan.

Dari total sekitar 346.000 hektare perhutanan sosial di Maluku Utara yang selama ini dinilai belum optimal, lahan seluas 1.400 hektare ini akan dioptimalkan melalui penyusunan master plan dan pemetaan komoditas secara matang.

Komoditas utama yang dikembangkan meliputi cengkih, pala, kelapa, hingga kenari. Gubernur menekankan pentingnya perhitungan jumlah pohon per hektare agar biaya pengelolaan (overhead) seimbang dengan hasil produksi saat didampingi oleh offtaker .

“Pembibitannya per hektare itu harus optimal sehingga biaya mengelola lahan sejalan dengan hasil yang didapatkan dan didampingi oleh offtaker ,” ungkapnya.

Selain aspek perkebunan dan kehutanan, Gubernur Sherly, menyoroti potensi Pulau Tareba sebagai destinasi ekowisata yang kerap dimanfaatkan oleh anak muda untuk berkemah (camping) dan menikmati pemandangan matahari terbenam (sunset).

Kendati demikian, ia menggarisbawahi perlunya peningkatan infrastruktur pendukung, seperti ketersediaan air bersih, fasilitas mandi, jaringan listrik dari PLN, serta sinyal telekomunikasi.

Ia telah menginstruksikan Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara untuk segera berkoordinasi dengan instansi terkait guna membenahi fasilitas umum tersebut.

Menurutnya, sektor ekowisata dapat mendatangkan manfaat ekonomi dalam hitungan bulan, melengkapi hasil tanaman jangka panjang yang baru dapat dipanen beberapa tahun mendatang.

“Jika dikelola dengan baik, dalam hitungan bulan sudah bisa dinikmati hasilnya,” imbuhnya.

Gubernur Sherly, menutup sambutannya dengan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas kepercayaan yang diberikan kepada Maluku Utara.

Ia juga menyampaikan, konsep pemberdayaan kebun perempuan melalui perhutanan sosial ini dinilai sebagai langkah strategis yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan hutan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi yang nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

(Gus)

Berita Terkait

Olahraga Sambil Hiburan, Fun Run Coffee Beats 5K Siap Dorong Pariwisata dan UMKM Halsel

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:59 WIT

Mubes XI dan Dialog Publik HMPS Sosiologi UMMU Soroti Peran Mahasiswa dalam Kehidupan Intelektual Kampus

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIT

Apresiasi ASN Berprestasi, Pemprov Malut Siapkan Empat Kategori Penghargaan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:28 WIT

PUPR Malut Buka Ruang bagi Kontraktor dan Pemasok Lokal Jelang Pengadaan Proyek 2027

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:39 WIT

DPMD, Edi Septiagus Rajab Gagas Si Manis Haltim, Dorong Administrasi Desa Lebih Modern dan Efisien

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:00 WIT

Haltim Jadi Tuan Rumah HKG PKK ke-54, Produk Unggulan Desa Siap Dipamerkan 11 Kontingen

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:07 WIT

Perjuangkan Infrastruktur Sesuai Kebutuhan Daerah, PUPR Malut Bahas Konektivitas Jalan Bersama DPD RI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:45 WIT

Gelar Rakor, Baznas Haltim Sepakati Infak dan Sedekah Rp20 Ribu bagi ASN yang Belum Penuhi Nisab Zakat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:40 WIT

Sekda Haltim Tegaskan Koordinasi OPD Jadi Kunci Percepatan MCSP RBS 2026

Berita Terbaru