HALSEL, HabarIndonesia.id — Dugaan pengiriman BBM dari APMS Desa Dolik, Kecamatan Gane Barat Utara, ke kawasan wisata Sali Bay Resort, Pulau Sali Kecil, Bacan Timur, memicu desakan pemeriksaan menyeluruh terhadap distribusi dan penjualan BBM.
Zul, warga yang mengaku melihat aktivitas tersebut pada Minggu (18/10/2026), menyebut sebuah pikap Mitsubishi L300 bermuatan BBM dibawa menuju pelabuhan untuk selanjutnya diangkut menggunakan perahu ke kawasan wisata.
“Kurang lebih yang saya lihat satu L300 full. BBM itu dibawa ke pelabuhan, kemudian dimuat menggunakan perahu untuk dibawa ke lokasi wisata,” ungkap Zul, Minggu (25/10/2026).
Zul mendesak Pertamina dan PT Sinergi Dharma Energi (PT SDN) membuka data pasokan, penjualan, volume BBM, serta dokumen pengangkutan untuk memastikan legalitas distribusi tersebut.
Menurutnya, pemeriksaan juga perlu menelusuri jenis BBM, identitas pembeli, dan tujuan penggunaannya. Jika ditemukan penyimpangan, aparat diminta menindaklanjuti berdasarkan bukti dan ketentuan hukum.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak APMS Dolik, PT SDN, Pertamina, dan manajemen Sali Bay Resort masih dalam upaya konfirmasi.
Zul menegaskan, dugaan ini harus dijawab dengan data yang transparan. Publik berhak mengetahui apakah distribusi BBM tersebut sesuai aturan atau justru menyimpan persoalan yang perlu diusut.
(Ian)






