Pemprov Malut Evaluasi Pertumbuhan Ekonomi, Data OPD Jadi Dasar Strategi Pembangunan

- Wartawan

Minggu, 20 September 2026 - 00:48 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Tindak Lanjut Pemantauan, Pengawalan, dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Maluku Utara yang berlangsung di Ruang VIP Bandara Baabullah. Jumat (18/09/26). Dok. Humas Pemprov Malut.

Rapat Tindak Lanjut Pemantauan, Pengawalan, dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Maluku Utara yang berlangsung di Ruang VIP Bandara Baabullah. Jumat (18/09/26). Dok. Humas Pemprov Malut.

TERNATE, HabarIndonesia.id — Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) terus mematangkan strategi guna menjaga dan meningkatkan tren positif perekonomian daerah.

Langkah strategis ini ditegaskan dalam Rapat Tindak Lanjut Pemantauan, Pengawalan, dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Maluku Utara yang berlangsung di Ruang VIP Bandara Baabullah, Jumat (18/09/2026).

Rapat yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Drs. Samsuddin A. Kadir, ini berfokus pada pengisian instrumen pendataan guna mengukur serta mengevaluasi capaian pertumbuhan ekonomi di wilayah Maluku Utara secara berkala.

Dalam arahannya, Sekda Drs. Samsuddin A. Kadir menjelaskan bahwa pemerintah pusat saat ini menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional dapat menyentuh angka 8 persen.

Guna mengejar target tersebut di saat rata-rata pertumbuhan nasional saat ini berada di kisaran 5 hingga 6 persen seluruh pemerintah daerah diinstruksikan untuk melakukan langkah-langkah konkret di wilayah masing-masing.

“Meskipun pertumbuhan ekonomi Maluku Utara saat ini berada pada angka yang sangat tinggi, yaitu mencapai 15 persen, kita harus menyadari bahwa angka tersebut masih didominasi dan dipengaruhi secara signifikan oleh sektor pertambangan,” ujar Samsuddin di hadapan peserta rapat.

Samsuddin menekankan bahwa tingginya ketergantungan pada satu sektor tersebut harus segera disiasati. Pemprov Malut melihat adanya peluang besar untuk memacu pertumbuhan pada sektor-sektor nontambang agar roda perekonomian dapat berputar lebih seimbang dan inklusif.

Melalui rapat ini, kata dia, pemerintah daerah berkomitmen menyusun laporan komprehensif terkait dengan kontribusi nyata dan program kerja yang telah dijalankan oleh setiap organisasi perangkat daerah (OPD).

Lebih lanjut, Samsudin meminta komitmen penuh dari seluruh pimpinan OPD untuk menyajikan data yang akurat, valid, dan sinkron dengan kondisi riil di lapangan.

Menurutnua, data yang diunggah nantinya akan menjadi acuan utama bagi pemerintah dalam menetapkan target pembangunan yang lebih terukur serta tepat sasaran.

“Secara administratif dan laporan, ekonomi Maluku Utara memang sudah tinggi, tetapi tidak ada salahnya untuk terus kita tingkatkan dan pemerataannya kita perluas di sektor lain,” pungkasnya.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat Pemprov Malut, di antaranya Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Kepala Biro Perekonomian, serta para kepala dinas dari berbagai sektor krusial seperti Lingkungan Hidup, Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Koperasi, Kelautan dan Perikanan, Pangan, Perindustrian dan Perdagangan, serta Pertanian.

(Gus)

Berita Terkait

Wamenaker Afriansyah Noor Tutup Pelatihan Produktivitas di Ternate, 416 Peserta Lulus Vokasi
Tata Kelola Mineral dan Ketahanan Energi Malut Dikaji, BPK RI Minta Data OPD Dipenuhi
Usai OMC Berakhir, Gubernur Sherly Tegaskan Pemprov Malut Tetap Waspadai Karhutla
Harhubnas 2026, Sarbin Sehe, Transportasi Harus Hadir untuk Rakyat dan Gerakkan Ekonomi
PAD Tumbuh Positif, Sarbin Sehe Minta Optimalisasi Pajak dan Kinerja UPT di Malut
Wagub Sarbin Sehe Sampaikan Ranperda APBD-P 2026, Pendapatan Malut Naik Jadi Rp3,318 Triliun
Perkim Haltim dan Unhas Reviu RP3KP, Fokus Perkuat Data dan Arah Pembangunan
Pimpin Apel ASN, Sarbin Sehe Tekankan Disiplin, Pencegahan Karhutla hingga Kemandirian Fiskal

Berita Terbaru