KUDUS – HabarIndonesia.id. Suasana kelas 5A MI NU Matholi’ul Falah, Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, tampak berbeda pada Rabu (27/8). Sebanyak 20 siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran penjumlahan dan pengurangan yang dipandu langasung oleh Lutfi Tafrikhan, mahasiswa Program Studi Tadris Matematika yang sedang melaksanakan program kerja individu dalam Kuliah Kerja Nyata Mandiri Belajar (KKN-MB) 109.
Dengan gaya mengajar interaktif serta metode yang menyenangkan, Lutfi berhasil menghidupkan kelas. Para siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, hingga berlomba menyelesaikan latihan soal baik secara individu maupun kelompok.
“Kami senang karena belajar matematika jadi terasa lebih mudah dan seru,” ungkap salah satu siswa dengan penuh semangat.
Lebih jauh, Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata penerapan ilmu dari bangku kuliah ke dunia praktik. Lutfi mengaku pengalaman ini sangat berharga karena melatih dirinya dalam mengelola kelas sekaligus membangun komunikasi dengan peserta didik.
“Mengajar langsung di lapangan memberi tantangan tersendiri, tapi juga memperkaya cara pandang saya sebagai calon pendidik,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, Pihak sekolah turut memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN-MB 109. Menurut salah satu guru MI NU Matholi’ul Falah, kehadiran mahasiswa tidak hanya menambah variasi dalam pembelajaran, tetapi juga memberi motivasi baru bagi siswa dalam memahami materi.
Ia juga mengatakan, Program kerja individu ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk terus mengasah kompetensi sekaligus memberi manfaat nyata bagi pendidikan dasar.
Lanjut Lutfi, Sementara itu, bagi siswa, pengalaman belajar bersama mahasiswa KKN-MB meninggalkan kesan menyenangkan sekaligus memperkuat pemahaman terhadap konsep dasar matematika.
(A.Rima Mustajab)