Berita  

Arus Balik Kapal Tak Lagi Kosong, Khofifah dan Sherly Sepakat Perkuat Kerja Sama

SURABAYA – HabarIndonesia.id – Gubernur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Gubernur Sherly Tjoanda di Gedung Negara Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Sabtu, 28/02/26..

Pertemuan ini menjadi tindak lanjut misi dagang dan agenda retreat yang sebelumnya mempertemukan Pemerintah Provinsi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Dalam pertemuan tersebut, kedua kepala daerah membahas penguatan kerja sama lintas sektor, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan penguatan kinerja sektor ekonomi.

DSalah satu isu krusial yang mengemuka adalah optimalisasi arus balik pelayaran (shipping line) antara Jawa Timur dan Maluku Utara yang selama ini dinilai belum efisien.

Gubernur Khofifah mengungkapkan, arus distribusi barang dari Jawa Timur ke Maluku Utara tergolong tinggi.

Namun, kata dia kapal yang kembali ke Jawa Timur kerap tidak membawa muatan secara maksimal. Kondisi ini menyebabkan ketimpangan arus logistik yang berdampak pada biaya distribusi.

“Pelaku usaha pelayaran di Jawa Timur menyatakan siap menjemput jika ada muatan dari Maluku Utara. Ini penting agar produk Maluku Utara bisa menjangkau pasar lebih luas melalui sistem transportasi yang terkoneksi, termasuk dukungan Tol Laut,” ujar Khofifah.

Lanjutnya, Optimalisasi muatan kapal dua arah diharapkan mampu menekan biaya logistik sekaligus membuka akses pasar yang lebih besar bagi produk unggulan Maluku Utara.

Sementara itu, Gubernur Sherly Tjoanda mengakui ketergantungan Maluku Utara terhadap pasokan pangan dari Jawa Timur masih cukup tinggi.

Ia juga mengatakan, Komoditas seperti beras, minyak goreng, telur, dan ayam sebagian besar dipasok dari provinsi tersebut.

Menurut Sherly, ketimpangan arus muatan kapal turut memengaruhi mahalnya biaya logistik yang berimbas pada harga barang dan inflasi di daerahnya.

“Kami mencari solusi agar rantai pasok lebih efisien. Jika kapal berangkat penuh dan kembali juga membawa muatan, biaya logistik bisa ditekan sehingga harga barang di Maluku Utara lebih terjangkau,” ujarnya.

Lanjut sherly, Sebagai langkah konkret, kedua provinsi akan memperkuat koordinasi dengan pelaku usaha pelayaran dan memaksimalkan konektivitas melalui program Tol Laut.

Selain itu, kata dia kerja sama juga diperluas pada transformasi digital pemerintahan melalui penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Sherly menyebutkan, indeks SPBE Jawa Timur saat ini berada di angka 4,7, sementara Maluku Utara sekitar 3,6. Melalui kolaborasi ini, Maluku Utara diharapkan dapat meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan berbasis digital.

Ke depan, harapan Sherly, kemitraan Jawa Timur dan Maluku Utara akan diperluas ke sektor pertanian dan pendidikan sebagai bagian dari strategi penguatan SDM dan ketahanan ekonomi antardaerah.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *