SOFIFI – HabarIndonesia.id – Sherly Tjoanda menghadiri kegiatan ITB Women in STEAM yang digelar Institut Teknologi Bandung di Kampus Jakarta. Dalam forum tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan ITB resmi menandatangani kerja sama strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah agar mampu bersaing dan mengisi kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri.
Penandatanganan kerja sama dilakukan langsung oleh Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, bersama Gubernur Sherly Tjoanda.
Kesepakatan ini menjadi langkah konkret dalam membangun talent pipeline, riset terapan, serta program pengabdian masyarakat yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan bagi Maluku Utara.
Sherly menegaskan bahwa kerja sama ini sangat penting untuk mempersiapkan putra-putri Maluku Utara agar mampu menempati posisi strategis di kawasan industri yang terus berkembang di daerah tersebut.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab menyediakan lapangan kerja sekaligus memastikan generasi muda memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kami punya kewajiban untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi putra-putri Maluku Utara. Banyak tenaga dan skill yang dibutuhkan di bidang metalurgi hingga supply chain yang relevan dengan keilmuan di ITB,” ujar Sherly.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan ITB diharapkan tidak hanya mendukung sektor industri, tetapi juga mendorong kemandirian daerah di bidang pertanian, kelautan, dan ketahanan pangan.
Sherly juga membuka peluang kerja sama lebih luas dengan alumni dan mahasiswa ITB untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam Maluku Utara.
Sementara itu, Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, kerja sama dengan Pemprov Maluku Utara merupakan wujud komitmen ITB dalam menghadirkan solusi ilmiah untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah.
“Ilmu yang tidak turun ke masyarakat adalah ilmu yang belum selesai. Perjalanan ilmu tidak berakhir di laboratorium atau jurnal internasional, tetapi di kehidupan nyata masyarakat yang kita layani,” katanya.
Lanjutnya, kegiatan ITB Women in STEAM diselenggarakan oleh Ikatan Alumni ITB, Salam Ganesha, dan ITB. Acara dibuka oleh Rektor ITB, Agustin Peranginangin, serta Vanny W Katili.
Ia menyampaikan, Forum ini menghadirkan dua sesi diskusi yang menampilkan tokoh-tokoh perempuan dari berbagai sektor.
Sesi pertama bertema From Policy to Impact kata dia. Bridging Government, Academia, and Women Leaders, menghadirkan Sherly Tjoanda, Yani Panigoro, Dea Indriani Astuti, dan Rosa Permata Sari.
Sesi kedua bertema From Research to Real Impact menghadirkan Heni Rachmawati, Boediastoeti Ontowirjo, dan Aliya Rajasa Baskoro Yudhoyono.
Ia mengatakan, diskusi ini membahas kontribusi riset, inovasi, dan kepemimpinan perempuan dalam menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Selain penandatanganan kerja sama antara ITB dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara lanjut Tatacipta, kegiatan ini juga mencakup penandatanganan kemitraan antara Ikatan Alumni ITB, ITB, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, dan Adhikari Foundation, serta kerja sama antara IA ITB dan Korporasi ITB Kinarya.
Ia berharap kolaborasi ini mempercepat pembangunan SDM unggul dan mendorong kemajuan Maluku Utara di berbagai sektor strategis.
(Gus)
















