Hadiri Kie Raha Economic Forum, Sri Haryanti Hatari BUMD Bergerak Cepat Stabilkan Harga Jelang Ramadan

- Wartawan

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:59 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE – HabarIndonesia.id – Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Maluku Utara, Sri Haryanti Hatari, menghadiri kegiatan Kie Raha Economic Forum yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara. Jumat, 27/02/26.

Forum ekonomi yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara ini dihadiri unsur Forkopimda, instansi vertikal, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Maluku Utara.

Dalam forum tersebut, Sri menegaskan bahwa tantangan inflasi dan ketahanan pangan menjadi isu strategis yang harus segera diantisipasi, terutama menjelang bulan suci Ramadan 2026.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data terkini, tekanan inflasi masih didominasi sektor volatile foods atau komoditas pangan bergejolak.

Meski pertumbuhan ekonomi Maluku Utara menunjukkan tren positif, menurut Sri, inflasi pangan tetap menjadi ancaman serius.

“Inflasi kita 4,8 persen. Kita tidak boleh terus-menerus bergantung pada pasokan telur, beras, dan bawang dari Sulawesi atau Jawa. Sebagai provinsi kepulauan, kerentanan logistik akibat cuaca adalah risiko yang harus kita mitigasi,” ujar Sri.

Menurutnya, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah membuat Maluku Utara rentan terhadap gangguan distribusi, terutama saat kondisi cuaca ekstrem yang kerap menghambat jalur transportasi laut.

“Inilah alasan mengapa ketahanan pangan bukan lagi sekadar program dinas, melainkan prioritas pertahanan daerah,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sri juga menginstruksikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor pangan untuk melakukan transformasi peran secara menyeluruh.

Ia menekankan bahwa BUMD tidak boleh semata-mata berorientasi pada keuntungan, tetapi harus berfungsi sebagai stabilisator harga dan garda terdepan dalam operasi pasar serta gerakan pangan murah.

“BUMD jangan hanya hadir sebagai entitas bisnis yang mencari laba semata, tetapi harus menjadi stabilisator, menjadi garda terdepan dalam operasi pasar dan gerakan pangan murah,” tandasnya.

Sri juga mendorong BUMD agar berani menjamin harga beli di tingkat petani di wilayah Halmahera, Tidore, hingga Kepulauan Sula, guna melindungi petani dari praktik tengkulak yang merugikan.

“Manfaatkan fasilitas cold storage dan gudang yang telah kita bangun untuk memotong rantai distribusi yang panjang,” ujarnya.

Lanjut Sri, kegiatan Kie Raha Economic Forum turut diisi sesi diskusi yang menghadirkan narasumber dari Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Maluku Utara, serta Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya.

Melalui forum ini, kata dia pemerintah daerah bersama otoritas keuangan dan pelaku usaha pangan memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

(Gus/Red)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 01:11 WIT

Bassam Tegaskan 550 Ribu Bibit Kelapa Harus Hidup, Berbuah dan Tingkatkan Pendapatan Petani

Rabu, 30 September 2026 - 01:04 WIT

Bassam Fokus Bangun Dapil III 2027, Air Bersih hingga Jalan Jadi Prioritas

Selasa, 29 September 2026 - 20:32 WIT

Lahan 10 Hektare Siap, BLK Halsel Rp72 Miliar Mulai Dibangun Oktober

Selasa, 29 September 2026 - 20:02 WIT

BUMD Malut Didorong Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Penyumbang PAD

Jumat, 25 September 2026 - 23:49 WIT

Bupati Bassam Perkuat Kerangka Regulasi Halsel Lewat Lima Ranperda Tahun 2027

Kamis, 24 September 2026 - 21:50 WIT

Bupati Bassam, Dakwah Harus Hadir di Tengah Persoalan KDRT dan Kekerasan Anak

Kamis, 24 September 2026 - 19:14 WIT

Hadiri Sinkronisasi Listrik desa ESDM, Sekda Haltim Dorong Percepatan Pemerataan Listrik di Pedesaan

Kamis, 24 September 2026 - 14:22 WIT

Pelantikan IKT Haltim 2026–2030, Sultan Tidore dan Bupati Ubaid Yakub Tekankan Persatuan

Berita Terbaru