Samurai Malut;Pengambilan keputusan 11 tersangka perlu di pertanyakan

- Wartawan

Senin, 19 Mei 2025 - 16:55 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE – HabarIndonesia. Solidaritas Aksi Mahasiswa Untuk Rakyat Indonesia(Samurai)Maluku utara memberi Pernyataan Penegasan terkait penetapan 11 tersangka di Kecamatan Maba,Kabupaten Halmahera Timur yang di duga dengan sengaja memancing reaksi masyarakat dalam aksi menolak tambang oleh Polda Maluku Utara.Senin(19/5/2025)

Samurai juga mendesak kepada Polda segera membebaskan 11 warga Maba Sangaji yang di tuding telah melakukan tindakan Premanisme dalam aksi menuntut keadilan sekaligus Mempertahankan tanah adat dari eksploitasi industri ekstraktif nikel oleh PT Position

Di samping itu Koordinator Presidium Samurai Karama Apsono menyebut, Perlawanan masyarakat adat Maba Sangaji terhadap perusahaan yang merusak wilayah adat bukanlah tindakan kriminal, Itu adalah bentuk protes dari pembelaan hak atas tanah dan kelangsungan hidup yang telah diwariskan turun-temurun. Namun, alih-alih dilindungi.

“masyarakat adat Maba Sangaji justru dihadapkan pada tindakan yang tak seharusnya dilakukan oleh pihak kepolisian dalam hal ini Polda Maluku Utara dan Polres Haltim”katanya

Ia juga menyoroti Tindakan represif dan penangkapan paksa aparat terhadap masyarakat adat maba sangaji harus dilihat sebagai pelanggaran serius, terutama hak atas tanah.Ini juga merupakan bentuk kriminalisasi terhadap pembela tanah.

“Penangkapan paksa terhadap warga adat Maba Sangaji yang mempertahankan hak ulayat mereka adalah wajah kelam penegakan hukum hari ini. Aparat kepolisian, yang semestinya netral dan melayani masyarakat , kini justru tampil sebagai alat kekuasaan yang melayani kepentingan korporasi”sambung Karama

Selain itu tuntutan dari SAMURAI Maluku Utara diantaranya:

1. Polda Maluku Utara segera bebaskan 11 warga Maba Sangaji tanpa syarat.
2. ⁠Mendesak kepada Polda Maluku utara segera tangkap dan adili pelaku tambang ilegal.
3. ⁠Pemda halmahera timur segerah menghentikan aktivitas PT. Position dan PT. STS.

(Apot)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 21:42 WIT

Bupati Haltim dan Ketua Pengadilan Tinggi Malut Bahas Tindak Lanjut Hibah Lahan Kantor PN

Rabu, 4 November 2026 - 21:02 WIT

Pemkab Halsel Fasilitasi Umrah Gratis, 20 Warga Halsel Diberangkatkan ke Tanah Suci

Senin, 2 November 2026 - 18:42 WIT

Sekda Haltim, Pendidikan dan Budaya Lokal Jadi Fondasi Membangun Generasi Muda Berkualitas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:26 WIT

Kordinasi Dengan BPK Malut, Arjun Onga Sebut Sekda Haltim Birokrat Membanggakan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:07 WIT

Wagub Sarbin Sambut Pangdam Mayjen Nefra Firdaus, Ajak TNI Bersama Bangun Maluku Utara

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:57 WIT

BPBD Maluku Utara Gandeng BNPB Susun Rencana Kontingensi Hadapi Ancaman Banjir

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:54 WIT

Forum Investasi Maluku Utara 2026, Bupati Halut Ungkap Potensi Panas Bumi Rp34 Triliun

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:59 WIT

Sekda Haltim Minta Temuan Lama BPK RI Dituntaskan, Administrasi dan Dokumen Diperiksa Kembali

Berita Terbaru