Banjir Kepung Desa Malangan Pati, Warga Panik Saat Subuh

- Wartawan

Minggu, 27 April 2025 - 13:09 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PATI — HabarIndonesia. Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pati sejak dini hari membawa petaka di Desa Malangan, Kecamatan Pucakwangi, pada Minggu (27/4/2025).

Sekitar pukul 04.27 WIB, saat sebagian warga tengah bersiap menunaikan salat Subuh, air mulai masuk dan menggenangi rumah-rumah.

Banyak warga yang panik berusaha menyelamatkan barang-barang berharga mereka dari terjangan banjir.

Salah satu warga, Febby Chairana A, menceritakan bahwa air yang meluap tidak hanya membanjiri rumah, tetapi juga merendam kandang ternaknya.

“Kandang saya kebanjiran, air masuk cukup tinggi. Saya langsung mengangkat ayam-ayam ke tempat yang lebih aman,” ujarnya dengan wajah cemas.

Kondisi serupa juga dialami Mukhlas, warga lainnya. Rumahnya turut terendam, memaksa keluarganya mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

“Air masuk lumayan tinggi ke dalam rumah, kami terpaksa memindahkan banyak perabotan,” tuturnya saat ditemui di lokasi.

Mukhammad Khabib Abdullah, seorang tokoh muda di desa tersebut, memperkirakan ketinggian air mencapai 50 hingga 70 sentimeter.

Menurutnya, ini merupakan salah satu banjir terparah yang melanda wilayah Malangan dalam beberapa tahun terakhir.

“Biasanya cuma halaman yang tergenang, sekarang air sudah masuk sampai dalam rumah,” jelasnya.

Banjir ini tak hanya menghambat aktivitas warga, tapi juga membuat akses jalan desa terganggu. Beberapa kendaraan roda dua bahkan mogok akibat mesin terendam air.

Suasana desa pun berubah menjadi sepi dan mencekam, hanya terdengar suara air mengalir dan seruan warga yang berusaha mengatasi keadaan.

Ia kini berharap hujan segera reda dan air cepat surut agar kehidupan mereka bisa kembali normal.

“Semoga cepat surut, supaya bisa beraktivitas seperti biasa. Anak-anak juga kasihan, sekolah terganggu,” ungkap Mukhammad sambil membersihkan lumpur yang masuk ke dalam rumahnya.

Hingga berita ini ditulis, genangan air masih terlihat di banyak titik, dan belum ada laporan resmi terkait jumlah kerugian atau langkah bantuan dari pemerintah daerah.

(A.Rima Mustajab)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru