Krisis Air di Desa Towara Saat Ramadhan, Warga Mendesak Solusi Cepat

- Wartawan

Minggu, 2 Maret 2025 - 13:33 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halut–HabarIndonesia. Masyarakat Desa Towara tengah menghadapi krisis air bersih di tengah bulan suci Ramadan. Kondisi ini menjadi masalah serius, mengingat air merupakan kebutuhan utama bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk ibadah puasa.

Warga yang terdampak meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kecamatan Galela Induk serta Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara untuk segera mencari solusi atas permasalahan ini. Pasalnya, sudah dua hari air tidak mengalir secara normal, membuat warga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Kepala Desa Towara, Mikdar Ramly, menyampaikan bahwa PDAM berencana mengganti pipa utama dengan ukuran yang lebih besar agar aliran air menjadi lebih lancar.

“Perusahaan akan mengganti pipa yang lebih besar agar air berjalan lancar dan kencang,” jelasnya Kades Mikdar Ramly, Minggu 02/03/25.

Lebih lanjut, Mikdar Ramly menjelaskan bahwa distribusi air saat ini masih menggunakan sistem buka-tutup.

“Kalau Desa Pune menyala, maka Desa Towara mati. Ditambah lagi, pihak PDAM tidak memiliki pemahaman yang jelas terkait denah atau peta jaringan perpipaan yang ada,” tambahnya saat dikonfirmasi media.

Selain itu, PDAM juga berencana mengganti pompa air yang berada di depan rumah warga bernama Ibu Evi dengan kapasitas yang lebih besar.

“Pompa yang besar di depan Ibu Evi akan diganti supaya air lebih lancar. Selain itu, ada juga pompa yang rusak di depan rumah saya,” ungkap Mikdar.

Masalah air bersih ini juga menuai protes dari kalangan pemuda Desa Towara. Salah satu warga, Algojo Manyelu, menyuarakan keluhannya melalui media sosial.

“Setiap ada gangguan air, respons PDAM sangat lambat dan sering tidak ada informasi yang jelas,” tulisnya di akun Facebook pribadinya.

Kondisi ini membuat warga semakin cemas, terutama karena kebutuhan air bersih sangat mendesak, apalagi di bulan Ramadan. Mereka berharap agar pemerintah setempat dan PDAM segera mengambil tindakan nyata untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Masyarakat menekankan bahwa air minum dan air bersih adalah kebutuhan utama bagi kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, mereka mendesak adanya langkah konkret dari pihak berwenang guna memastikan distribusi air kembali normal.

Sampai berita ini diterbitkan, warga masih menunggu kepastian dari PDAM dan pemerintah terkait langkah yang akan diambil untuk mengatasi krisis air di Desa Towara.

(Agis)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru