Berita  

Usai Laga Malut United vs PSM, Wartawan Dipaksa Hapus Video dan Diusir dari Tribun Media

TERNATE – HabarIndonesia.id – Sejumlah wartawan yang meliput pertandingan BRI Super League antara Malut United FC dan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha mengalami perlakuan tidak wajar dari seorang pria yang diduga merupakan official tim tuan rumah, Sabtu malam. 06/03/26.

Insiden intimidasi terjadi terhadap beberapa jurnalis yang sedang melakukan peliputan dan dokumentasi setelah pertandingan berakhir.

Salah satu wartawan dari Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate diminta secara paksa untuk menghapus rekaman video yang diambil saat perangkat pertandingan meninggalkan lapangan.

Selain memaksa penghapusan rekaman, pria yang diduga official tim tersebut juga meminta petugas steward untuk mengusir sejumlah wartawan dari area tribun meskipun mereka menggunakan kartu identitas resmi peliputan dari kompetisi liga.

Wartawan yang mengalami intimidasi antara lain berasal dari berbagai media di Maluku Utara, termasuk Firjal Usdek, pimpinan media Halmahera Post.

Ia menyatakan kekecewaannya atas perlakuan yang diterima jurnalis di lokasi.

Di sisi lain, pemilik utama Malut United FC, David Glen Oei, yang berada di lokasi kejadian juga menegur sejumlah wartawan yang meliput peristiwa tersebut.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam usai pertandingan liga antara Malut United dan PSM Makassar berakhir.

Insiden berlangsung di area tribun media Stadion Gelora Kie Raha, lokasi pertandingan resmi kompetisi BRI Super League.

Intimidasi diduga terjadi karena wartawan merekam aktivitas perangkat pertandingan setelah laga. Rekaman tersebut kemudian dipermasalahkan oleh oknum official tim yang meminta agar video dihapus.

Saat kejadian, pria tersebut juga terdengar meneriaki wartawan dan memprovokasi suporter dengan mengatakan, “Kamu wartawan, kamu harus hapus video itu.”

Sementara itu, David Glen Oei mempertanyakan sikap wartawan yang dianggap tidak mendukung tim tuan rumah.

“Kamu dari mana? Kalau dari Ternate kenapa tidak mendukung kami,” ujarnya kepada sejumlah jurnalis.

Menurut Firjal Usdek, para wartawan saat itu berada di tribun dan bekerja sesuai prosedur peliputan. Mereka juga telah menggunakan kartu identitas resmi dari pihak liga.

Firjal menegaskan bahwa posisi wartawan tidak melanggar aturan peliputan yang berlaku. Ia menilai tindakan meminta penghapusan video merupakan bentuk intimidasi terhadap kerja jurnalistik.

“Kami di tribun menggunakan ID Card yang lengkap, kami juga tidak keluar batas,” ujarnya.

Ia juga menilai tindakan tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 yang menjamin kebebasan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Kami sangat kecewa atas tindakan yang kami terima malam hari ini,” tegasnya.

Pertandingan antara Malut United FC dan PSM Makassar sendiri berakhir dengan skor imbang.

Tim tuan rumah gagal mengamankan kemenangan setelah ditahan oleh tim tamu dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Kie Raha Ternate. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *