HALTIM, HabarIndonesia.id – Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur kembali memperkuat jaring perlindungan sosial bagi masyarakat lanjut usia (lansia) yang berada dalam kondisi tidak mampu Wasile 7/10/ 2026
Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, mewakili Bupati Halmahera Timur, secara resmi melaunching sekaligus menyerahkan secara simbolis bantuan perlindungan sosial bagi lansia tidak mampu di Kecamatan Wasile dan Wasile Timur, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Desa Akedaga itu menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian tetap mendapatkan dukungan sosial.
Program tersebut dilaksanakan Dinas Sosial Kabupaten Halmahera Timur dengan sasaran penerima manfaat yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.
Tahun 2026, sebanyak 3.512 lansia tidak mampu tercatat sebagai penerima manfaat program perlindungan sosial.
Kepala Dinas Sosial Halmahera Timur, Ali Sodikin menjelaskan, bantuan yang disalurkan pada momentum launching kali ini mencakup dua triwulan.
Menariknya, pemerintah daerah mulai mengubah pola penyaluran bantuan dari sebelumnya secara tunai menuju sistem non-tunai dengan menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Soa-Sio.
Peralihan mekanisme tersebut dinilai penting untuk membuat penyaluran bantuan lebih mudah, aman, transparan dan tepat sasaran.
“Penyaluran bantuan ini dilakukan untuk dua triwulan. Ke depan, kami bersama BRI akan mendorong peralihan penyaluran dari tunai ke non-tunai agar bantuan dapat diterima dengan lebih mudah, aman dan tepat sasaran,” jelas Kepala Dinas Sosial Ali Sodikin.
Sementara itu, Sekda Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar program penyaluran dana, tetapi merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah bagi masyarakat lanjut usia yang membutuhkan.
Menurutnya, pemerintah menyadari bahwa bantuan yang diberikan mungkin belum mampu menutupi seluruh kebutuhan penerima manfaat. Namun, dukungan tersebut diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur, saya berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi Bapak dan Ibu para lansia. Meskipun nilainya mungkin belum sepenuhnya memenuhi seluruh kebutuhan, mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu dan menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat,” ujar Ricky.
Tidak berhenti pada penyaluran tahun ini, Pemkab Haltim juga mulai membuka ruang evaluasi untuk meningkatkan program perlindungan sosial pada tahun mendatang.
Ricky mengatakan, pelaksanaan program akan dievaluasi dan hasilnya akan dilaporkan kepada Bupati Halmahera Timur sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan program berikutnya.
“Saya akan melaporkan kepada Bapak Bupati terkait pelaksanaan program ini. Kita akan melakukan evaluasi dan melihat kemungkinan untuk meningkatkan nilai bantuan pada tahun 2027, tentunya dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus berupaya memastikan bantuan sosial diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan serta memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan penerima.
Launching kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan lansia penerima manfaat oleh Sekda Haltim bersama jajaran terkait.
Ricky juga menyampaikan, Pemkab Haltim berharap program tersebut tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi menjadi bagian dari penguatan sistem perlindungan sosial daerah, khususnya bagi masyarakat lanjut usia yang berada dalam kondisi rentan.
Dengan 3.512 lansia sebagai penerima manfaat, kata dia, pemerintah daerah menargetkan program ini terus diperbaiki, baik dari sisi mekanisme penyaluran maupun besaran bantuan, agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
(M.Dzarik)






