Poros Muda Makayoa Matangkan Konsolidasi Musyawarah ke-3 IKB Halsel, Persatuan Jadi Prioritas

- Wartawan

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:14 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Poros Muda Makayoa Halmahera Selatan, Samsudin Calill, melakukan foto bersama menjelang pelaksanaan Musyawarah ke-3 Ikatan Keluarga Besar (IKB) Makayoa Halmahera Selatan (Halsel).  Minggu, (11/10/26). Dok. Ian.

Koordinator Poros Muda Makayoa Halmahera Selatan, Samsudin Calill, melakukan foto bersama menjelang pelaksanaan Musyawarah ke-3 Ikatan Keluarga Besar (IKB) Makayoa Halmahera Selatan (Halsel). Minggu, (11/10/26). Dok. Ian.

HALSEL, HabarIndonesia.id — Poros Muda Makayoa mulai mematangkan tahapan konsolidasi menjelang pelaksanaan Musyawarah ke-3 Ikatan Keluarga Besar (IKB) Makayoa Halmahera Selatan (Halsel).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses musyawarah berlangsung demokratis, transparan, sesuai mekanisme organisasi, serta melibatkan seluruh elemen keluarga besar Makayoa.

Koordinator Poros Muda Makayoa Halmahera Selatan, Samsudin Calill, menegaskan bahwa persiapan musyawarah harus dilakukan secara matang dan tidak terburu-buru.

Menurutnya, seluruh tahapan perlu mengedepankan aturan organisasi, komunikasi bersama para sesepuh, serta komitmen menjaga persatuan dan solidaritas keluarga besar Makayoa.

Ia menilai, pelaksanaan musyawarah tidak boleh diarahkan untuk memenuhi kepentingan segelintir kelompok.

Sebaliknya, forum tersebut harus menjadi ruang bersama untuk membangun kesepahaman, memperkuat organisasi, dan menentukan arah kepemimpinan IKB Makayoa Halsel ke depan.

Dalam proses konsolidasi tersebut, Poros Muda Makayoa menetapkan tiga agenda utama sebagai fokus persiapan menuju Musyawarah ke-3 IKB Makayoa Halsel.

Ketiga agenda itu meliputi penguatan pemahaman terhadap aturan organisasi, konsolidasi dengan para sesepuh, serta persiapan pembentukan panitia musyawarah.

Agenda pertama adalah mempelajari secara menyeluruh Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IKB Makayoa Halsel.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan seluruh pihak memahami struktur organisasi, kewenangan, serta mekanisme pelaksanaan musyawarah sesuai ketentuan yang berlaku.

Agenda kedua, memperkuat konsolidasi bersama para sesepuh Makayoa. Melalui komunikasi dan penyamaan pandangan, Poros Muda Makayoa berharap proses regenerasi kepemimpinan dapat berjalan dengan baik, tetap menghormati peran para sesepuh, serta mengakomodasi aspirasi berbagai unsur keluarga besar Makayoa.

Sementara itu, agenda ketiga adalah mempersiapkan pembentukan panitia Musyawarah ke-3 IKB Makayoa Halsel melalui proses yang terbuka dan representatif.

Poros Muda Makayoa mendorong agar pembentukan panitia melibatkan berbagai unsur keluarga besar sehingga pelaksanaan musyawarah dapat berlangsung secara adil dan memperoleh dukungan bersama.

Samsudin menegaskan bahwa konsolidasi merupakan fondasi penting untuk mencegah munculnya polemik yang berpotensi mengganggu hubungan persaudaraan.

Karena itu, setiap tahapan harus dijalankan secara terbuka, mengacu pada AD/ART, dan memberikan ruang partisipasi kepada seluruh elemen organisasi.

“Musyawarah ke-3 IKB Makayoa Halsel harus dipersiapkan secara matang. AD/ART menjadi pijakan, sesepuh harus dihormati, dan seluruh elemen Makayoa harus diberi ruang untuk terlibat. Jangan sampai musyawarah yang seharusnya menyatukan justru melahirkan perpecahan akibat proses yang tidak terbuka,” tegas Samsudin.

Menurutnya, Musyawarah ke-3 IKB Makayoa Halsel bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan ataupun perebutan posisi.

Lebih dari itu, musyawarah harus menjadi momentum untuk membenahi organisasi, memperkuat solidaritas, serta merumuskan langkah strategis bagi kemajuan IKB Makayoa di Halmahera Selatan.

Poros Muda Makayoa berharap seluruh elemen keluarga besar Makayoa dapat menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Dengan mengedepankan dialog, penghormatan terhadap sesepuh, dan kepatuhan terhadap aturan organisasi, konsolidasi diharapkan menjadi jalan untuk membangun kesepahaman bersama.

“Konsolidasi harus menjadi jalan menuju persatuan, bukan ruang untuk memaksakan kehendak. Musyawarah ke-3 harus lahir dari proses yang sah, terbuka, dan menghormati mekanisme organisasi,” menjadi penegasan sikap Poros Muda Makayoa dalam mempersiapkan Musyawarah ke-3 IKB Makayoa Halmahera Selatan.

(Ian)

Berita Terkait

KNPI Haltim Desak DPRD Bentuk Pansus Tambang, Minta Operasional PT ANI Dievaluasi Usai Kecelakaan Fatal
Ricky Chairul Tutup Mubes IKB Makayoa Haltim, Ardiansyah Madjid Terpilih Secara Resmi
Panlih Muktamar XIX Resmi Dibentuk, Samsir Hamajen Wakili PWPM Maluku Utara
Sinergi Dunia Usaha dan Pemuda, PT Position Dukung Pelantikan KNPI Haltim

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:52 WIT

Momentum HUT ke-27 Malut, BRI Perkuat Ekonomi Nelayan dan Layanan Kesehatan Masyarakat

Senin, 12 Oktober 2026 - 01:01 WIT

Sherly Tjoanda Ajak Warga Malut Perkuat Kerukunan dan Baku Sayang demi Kemajuan Daerah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:57 WIT

Demi Kemanusiaan, Irawan Adam Minta Pemkab Halsel Kaji Ulang Retribusi Parkir RSUD Labuha

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:13 WIT

Arahan Gubernur Sherly, PUPR Malut Siapkan Lima Bimtek untuk Perkuat SDM Konstruksi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:50 WIT

PMII Desak Pemda Morotai Alihkan Anggaran MoroFest untuk Penanganan Karhutla

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:30 WIT

Bupati Bassam Belum Beri Lampu Hijau Retribusi Parkir RSUD Labuha

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:37 WIT

Pengajuan Bansos Meningkat, Kesra Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa dan Pasien

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:58 WIT

Sekda Haltim Serahkan Bantuan Lansia di Wasile, 3.512 Warga Jadi Penerima Manfaat

Berita Terbaru