TERNATE — HabarIndonesia.id – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Maluku Utara melontarkan bantahan tegas terkait isu penggabungan dengan Partai Gerindra yang belakangan beredar luas di publik.
Isu tersebut disebut bukan hanya keliru, tetapi juga merupakan hoaks politik yang sengaja diproduksi untuk menyesatkan opini masyarakat. Selasa, 14/04/26.
Melalui surat edaran resmi, DPW NasDem Maluku Utara menegaskan bahwa tidak pernah ada pembahasan di tingkat pusat terkait rencana fusi antar partai.
Narasi yang berkembang dinilai sebagai propaganda yang dipaksakan untuk membangun persepsi publik yang tidak berdasar.
Sekretaris Wilayah NasDem Maluku Utara, Abd. Rahim Odeyani, menegaskan bahwa isu tersebut murni spekulasi tanpa fakta.
“Tidak ada satu pun pembahasan resmi terkait penggabungan. Ini murni spekulasi tanpa fakta, dan terus digoreng untuk membangun persepsi sesat,” ujarnya.
Ia juga menyindir pihak-pihak yang menyebarkan isu tersebut karena dinilai gagal memahami dinamika koalisi dalam sistem demokrasi.
Menurutnya, koalisi merupakan bentuk komunikasi politik, bukan bentuk peleburan identitas partai.
“Koalisi itu komunikasi politik, bukan kehilangan identitas. Jangan karena gagal membaca peta politik, lalu publik disuguhi narasi dangkal,” tegasnya.
NasDem Malut menegaskan bahwa partai tetap berpegang pada jati diri dan garis perjuangan yang tidak bisa ditawar. Partai tersebut, lanjut Rahim, tidak dibangun untuk dilebur ke dalam kepentingan mana pun.
Lebih lanjut, DPW NasDem Maluku Utara juga memperingatkan bahwa penyebaran isu tanpa dasar merupakan bentuk pembusukan demokrasi yang serius.
Praktik tersebut dinilai dapat merusak kualitas ruang publik dan mencederai akal sehat politik masyarakat.
Selain itu, Ketua Wilayah NasDem Maluku Utara, Husni Bopeng, turut meminta semua pihak untuk menghentikan penyebaran isu liar dan mulai membangun diskursus yang sehat dan bertanggung jawab.
“Demokrasi itu soal gagasan, bukan asumsi liar. Jangan rusak ruang publik dengan isu yang dibuat-buat,” ujarnya.
Di internal partai, Husni Bopeng juga menginstruksikan seluruh jajaran, mulai dari DPD, DPC hingga DPRT, untuk memperkuat konsolidasi organisasi.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menghadapi momentum politik 2029 secara matang dan terstruktur.
“Meski diserang isu murahan, kami tetap fokus. Konsolidasi jalan terus. 2029 harus disambut dengan kekuatan penuh,” ucapnya.
Selain itu, Ia juga menyinggung klarifikasi dari media Tempo terkait pemberitaan dan cover majalah yang sebelumnya dinilai menyinggung dan mengejek pimpinan partai mereka serta membuat kader-kadernya merasa tersakiti. Klarifikasi serta permohonan maaf disebut telah disampaikan melalui siaran langsung dan video yang menyebar di media Sosial.
“Klarifikasi dan permohonan maaf sudah disampaikan melalui Audens terbuka dengan kader-kader partai melalui siaran langsung di ruang rapat Tempo, terkait pemberitaan dan cover majalah yang beredar dari media tempo,” pungkasnya.













