TERNATE, HabarIndinesia- Tim dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Ternate melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui penguatan literasi kesehatan reproduksi remaja di Kelurahan Maliaro, Kota Ternate.
Program yang berlangsung pada Agustus hingga November 2025 ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja terkait kesehatan reproduksi dan literasi digital, sekaligus mendorong kemampuan mereka dalam mengambil keputusan sehat serta membentuk agen perubahan di lingkungan sebaya.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya literasi kesehatan reproduksi remaja yang berpotensi meningkatkan risiko perilaku seksual berisiko, kehamilan tidak diinginkan, serta paparan informasi keliru di media digital. Minimnya ruang diskusi yang aman juga menjadi faktor yang mendorong remaja mencari informasi secara mandiri tanpa pendampingan yang memadai.
Tim pelaksana yang terlibat langsung di lapangan terdiri dari Nurdiana Lante, S.ST., M.Kes; Nuzliati T. Djama, S.SiT., M.Kes; Nurkila Suaib, S.ST., M.Kes; Triany Laila Pelu, S.SiT., M.Tr.Keb; Rasmin Abd. Muthalib, S.ST., M.Keb; Sitti Hubaya Matjino, S.ST., M.Kes; Asmaryani Hasyim, S.ST., M.Keb; Sunarti Arsan, S.ST., M.Keb; Anira Sukma, S.ST., M.Kes; Supriyanti, S.ST., M.KM, serta mahasiswa Kaltrina Ismail, Karisma Saleh, dan Suci Wulan Fitria Putri.
Pelaksanaan program dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah kelurahan, puskesmas, pihak sekolah, kader kesehatan, serta orang tua. Keterlibatan lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas dan keberlanjutan program.
Adapun kegiatan yang dilaksanakan meliputi edukasi kesehatan reproduksi, diskusi kelompok sebaya, pelatihan literasi digital, pembentukan dan pelatihan peer educator, konseling kelompok, serta kampanye edukasi melalui media sosial dan media cetak.
Berdasarkan hasil evaluasi, program ini menunjukkan peningkatan literasi kesehatan reproduksi remaja lebih dari 30 persen, yang diukur melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, terbentuk sedikitnya 10 peer educator sebagai agen edukasi di kalangan remaja.
Tim pelaksana berharap program ini dapat terus berlanjut melalui integrasi dengan program kesehatan remaja yang telah ada serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan masyarakat. Program ini juga diharapkan dapat menjadi model intervensi berbasis komunitas dalam meningkatkan kesehatan reproduksi remaja secara berkesinambungan.













