HALTIM — HabarIndonesia.id – Desa Buli di Kabupaten Halmahera Timur kembali menjadi sorotan publik sebagai contoh nyata praktik toleransi antarumat beragama. Sabtu, 04/04/26.
Kehidupan masyarakat yang rukun antara umat Islam dan Kristen di wilayah ini mencerminkan kuatnya nilai kebhinekaan yang terus terjaga di tengah keberagaman.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh media HabarIndonesia.id, masyarakat Desa Buli menunjukkan praktik nyata toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Umat Islam dan Kristen hidup berdampingan secara harmonis, saling menghormati, serta menjaga kerukunan sosial.
Seluruh warga Desa Buli, baik umat Islam maupun Kristen, turut berperan aktif menjaga keharmonisan tersebut.
Selain itu, generasi muda juga ikut ambil bagian melalui inisiatif lintas iman yang digagas oleh Yusri R. Umar dari kalangan Muslim dan Fister Goslauw dari kalangan Kristen.
Praktik toleransi ini berlangsung di Desa Buli, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.
Fenomena ini telah berlangsung secara turun-temurun dan terus dipertahankan hingga saat ini, termasuk dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.
Di tengah berbagai tantangan perbedaan yang kerap memicu konflik di sejumlah daerah, Desa Buli justru menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan. Nilai toleransi ini menjadi penting sebagai contoh konkret bagi daerah lain di Indonesia.
Dalam kehidupan sehari-hari, toleransi terlihat jelas melalui berbagai aktivitas masyarakat. Saat umat Islam melaksanakan ibadah, umat Kristen turut menjaga suasana tetap kondusif.
Sebaliknya, ketika umat Kristen merayakan hari besar keagamaan, umat Islam ikut menjaga keamanan serta merasakan kebahagiaan bersama.
Selain itu, nilai gotong royong menjadi fondasi kuat kehidupan sosial. Warga saling membantu dalam pembangunan fasilitas umum, kegiatan keagamaan, hingga penanganan musibah tanpa memandang latar belakang agama.
Setiap potensi konflik diselesaikan melalui musyawarah dan dialog dengan mengedepankan prinsip damai.
Simbol nyata kerukunan juga terlihat dari berdirinya masjid dan gereja yang berdekatan, mencerminkan kehidupan masyarakat yang penuh kedamaian.
Semangat toleransi ini semakin diperkuat melalui kegiatan pertemuan lintas iman yang melibatkan pemuda Muslim dan Kristen.
Inisiatif tersebut menjadi ruang dialog untuk mempererat hubungan sosial serta memperkuat nilai persaudaraan di tengah keberagaman.
Dengan mengusung semangat “Berbeda Keyakinan, Tetap Saudara”, Desa Buli diharapkan dapat terus menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.
Harmoni yang terjaga di desa ini membuktikan bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan anugerah yang harus dirawat dengan saling menghargai dan kasih sayang.
(Dzariq)













