TERNATE, HabarIndonesia.id – Calon Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ternate, Ardian Idhan, menyatakan siap 100 persen mendaftar dan bertarung dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kota Ternate.
Kesiapan tersebut disampaikan Liaison Officer (LO) tim pemenangan Ardian Idhan, Bongso Hi. Arahman, usai mendampingi Ardian dalam agenda podcast di Kantor Redaksi Malut TV, Senin malam (5/10/2026).
Bongso mengatakan, tim pemenangan Ardian telah melakukan konsolidasi dengan delapan Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Kota Ternate yang memiliki hak suara dalam Musda.
Dari delapan PK tersebut, tujuh di antaranya disebut telah menandatangani surat dukungan kepada Ardian, sementara satu PK lainnya masih dalam proses konsolidasi.
“Untuk kesiapan Ardian mencalonkan diri sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ternate, sampai sejauh ini saya selaku LO dan juga sebagai salah satu pimpinan kecamatan yang memiliki hak penuh nanti, telah mengkonsolidasikan di delapan kecamatan,” ujar Bongso.
Menurutnya, proses konsolidasi tersebut telah mencapai sekitar 85 persen. Dukungan dari pimpinan kecamatan lainnya, kata dia, akan segera dilengkapi melalui penandatanganan surat dukungan.
Setelah seluruh dukungan dilengkapi, tim pemenangan akan mempersiapkan dokumen administrasi untuk mengikuti tahapan pendaftaran calon Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ternate.
Panitia Musda dijadwalkan membuka pendaftaran pada 8-9 Oktober 2026. Tim Ardian berencana mengambil formulir pendaftaran pada 9 Oktober dan mengembalikannya pada hari yang sama sebelum batas waktu pendaftaran berakhir.
Bongso mengatakan, secara internal, dukungan terhadap Ardian sudah cukup kuat. Namun, secara administratif, seluruh dukungan tersebut tetap harus dituangkan dalam dokumen resmi sesuai ketentuan Musda.
“De jure-nya kami sudah ketemu, tapi de facto untuk penandatanganan dukungan itu kemungkinan besar besok sore,” katanya.
Bongso, yang juga merupakan Pimpinan Kecamatan Golkar Ternate Selatan, mengatakan konsolidasi dilakukan lebih awal untuk menjaga agar dinamika menjelang Musda tidak menimbulkan gejolak di tingkat bawah.
Ia mengaku hingga kini belum mendengar adanya kandidat lain yang mengklaim memperoleh dukungan dari delapan pimpinan kecamatan.
“Soal klaim-mengklaim, sampai detik ini kita tidak dengar itu. Karena hanya Ardian yang sampai detik ini yang muncul di permukaan sampai menjelang Musda,” ujarnya.
Bukan Sekadar Perebutan Kursi Ketua
Bongso menegaskan, pencalonan Ardian tidak semata-mata diarahkan untuk memenangkan perebutan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ternate.
Menurutnya, Ardian juga membawa agenda konsolidasi dan penguatan kembali struktur organisasi partai, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga DPD.
“Tujuan Ardian yang pertama itu ialah mengkonsolidasikan kembali struktur partai di internal, baik di tingkat kelurahan, kecamatan, hingga ke tingkat DPD, semata-mata untuk mempersiapkan infrastruktur itu di momentum pemilu yang akan datang,” katanya.
Ia menyebut kemunculan kader-kader muda dalam bursa pencalonan menjadi bagian dari proses regenerasi di tubuh Partai Golkar.
Sementara itu, Bongso mengatakan pihaknya tetap realistis dalam memetakan peluang Ardian. Dari hasil konsolidasi sementara, dukungan yang diperoleh disebut telah mencapai sekitar 80 persen dari pimpinan kecamatan yang menjadi bagian dari proses pencalonan.
“Untuk target realistis, sampai sejauh ini kami sangat realistis, karena sudah 80-an persen yang sudah mendapat dukungan itu,” ujarnya.
14 Suara Tentukan Ketua
Dalam Musda DPD II Partai Golkar Kota Ternate terdapat 14 suara yang akan menentukan kepemimpinan partai.
Suara tersebut terdiri atas delapan pimpinan kecamatan, satu suara DPD II Partai Golkar Kota Ternate, satu suara DPD Partai Golkar Provinsi Maluku Utara, serta unsur organisasi yang didirikan dan organisasi sayap Partai Golkar.
Untuk dapat mendaftarkan diri sebagai calon ketua, kandidat harus memenuhi persyaratan dukungan minimal 30 persen dari total suara. Dengan total 14 suara, persyaratan tersebut setara dengan sedikitnya empat suara.
Dengan konsolidasi yang telah dilakukan, Bongso mengklaim Ardian telah memperoleh dukungan dari hampir seluruh pimpinan kecamatan.
Meski demikian, ia memastikan tim tidak akan berhenti melakukan konsolidasi meski sebagian dukungan telah dikantongi.
“Kami berkomitmen bahwa Musda ini berjalan apa adanya sesuai dengan aturan. Kami sampai detik ini terus melakukan konsolidasi yang punya hak suara. Bukan berarti beberapa pimpinan kecamatan telah kami miliki terus kami diam, tidak,” katanya.
Lebih lanjut, Bongso mengatakan tim Ardian juga telah berkomunikasi dengan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ternate saat ini untuk menyampaikan rencana pencalonan tersebut.
Menurut Bongso, Ketua DPD II memberikan ruang kepada kader yang telah lama berada di Partai Golkar dan memenuhi persyaratan untuk mencalonkan diri.
“Ibu Ketua hanya mengatakan, silakan bagi yang memenuhi syarat. Yang sudah lama di partai dan untuk menjadi ketua DPD terbuka, silakan mendaftar. Tetapi harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan nanti oleh panitia Musda,” katanya.
Bongso berharap seluruh tahapan Musda berjalan kondusif tanpa gejolak antarpendukung.
Ia menilai munculnya sejumlah figur muda dalam bursa pencalonan merupakan dinamika positif bagi proses regenerasi Partai Golkar di Ternate.
“Harapan kita semua adalah Musda kali ini karena kita kemasnya sangat bagus, yang hadir ke permukaan adalah figur-figur muda, karena Golkar saat ini memberikan peluang kepada kader-kader untuk maju bertarung pada Musda nanti,” ujarnya.
Dengan persiapan yang diklaim telah mencapai tahap akhir, tim Ardian kini fokus melengkapi persyaratan administrasi sebelum mengikuti proses pendaftaran pada 8-9 Oktober 2026.
Bongso menegaskan, pihaknya siap mengikuti seluruh tahapan sesuai aturan yang ditetapkan panitia dan menyerahkan hasilnya kepada mekanisme Musda.
(Agis)






