TERNATE — HabarIndonesia.id – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, meninjau langsung rumah warga yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 di Kelurahan Gambesi, Kota Ternate, Jumat (10/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, gubernur menyerahkan bantuan bahan bangunan kepada warga terdampak sekaligus memverifikasi calon penerima program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), terutama masyarakat dalam kategori desil 1 atau kelompok paling rentan.
Sherly menegaskan, peninjauan dilakukan guna memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran dan benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan.
“Di tengah keterbatasan, saya melihat satu hal yang sama, harapan yang tidak padam,” ujarnya.
Pada hari yang sama, Sherly juga menggelar pertemuan dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Maluku Utara.
Lanjutnya, Pertemuan tersebut membahas evaluasi laporan tahun 2025, termasuk pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dinilai belum optimal.
Selain itu kata dia, pemerintah daerah berupaya memperkuat indikator pembangunan, khususnya pada sektor sumber daya manusia yang masih menjadi tantangan pada 2026.
Sherly menekankan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga peningkatan kualitas manusia.
“Setiap kebijakan dan penggunaan anggaran harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah mungkin tidak dapat menghindari bencana, namun dapat memastikan masyarakat tidak menghadapi masa sulit sendirian.
“Pelan-pelan kita pulihkan, satu rumah, satu keluarga, satu harapan dalam satu waktu,” ungkapnya.
(Gus)













