TERNATE — HabarIndonesia.id – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Jaziratul Mulk Kesultanan Ternate menjadi momentum penting dalam meneguhkan peran historis Kesultanan Ternate sebagai penjaga nilai-nilai Islam sekaligus upaya pembinaan generasi Qur’ani di Provinsi Maluku Utara.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum sekaligus Ketua Panitia MTQ Jaziratul Mulk, Ismuul Maujud, dalam sambutannya pada pembukaan MTQ Jaziratul Mulk Kesultanan Ternate yang berlangsung khidmat dan penuh keberkahan.
Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Ternate, perwakilan Menteri Agama Republik Indonesia yang diwakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara.
Ada juga perwakilan Kesultanan Ternate, Ketua LPTQ Provinsi Maluku Utara, unsur Forkopimda Provinsi Maluku Utara, para kepala daerah, alim ulama, tokoh agama, tokoh adat, dewan hakim MTQ, serta ratusan peserta dan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Ismuulsujud Hidayat Sjah menyampaikan salam hormat dari Yang Mulia Sultan Ternate kepada seluruh hadirin.
Sultan Ternate, menurutnya, berhalangan hadir secara langsung karena tengah menjalankan tugas di luar daerah, namun menyampaikan dukungan penuh serta doa restu atas terselenggaranya MTQ Jaziratul Mulk.
“MTQ Jaziratul Mulk bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, melainkan ikhtiar besar dalam membina sumber daya manusia di bidang keislaman agar Al-Qur’an benar-benar hidup di tengah masyarakat,” ujar Ismuulsujud.
Ia menegaskan bahwa sejarah mencatat Islam telah menjadi dasar Kesultanan Ternate sejak akhir abad ke-15, tepatnya pada masa Sultan Zainal Abidin sekitar tahun 1465–1486 M.
Sejak saat itu, Kesultanan Ternate memikul tanggung jawab besar dalam menjaga dan mengembangkan ajaran Islam yang utuh, meliputi syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat.
Menurut Ismuulsujud, nilai tersebut tercermin dalam falsafah hidup masyarakat Ternate, “Adat Matoto Agama, ma dasar Kitabullah ma jojoko dalil tifa se dalil moro, yang artinya adat berlandaskan agama, agama didasarkan pada kitab Allah dan kehidupan berpijak pada nilai-nilai ke Ilahian dan nilai-nilai kemanusiaan”, yang menegaskan bahwa adat dan agama saling menyatu serta menguatkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Atas dasar tanggung jawab historis dan spiritual itulah MTQ Jaziratul Mulk diselenggarakan dan akan terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari komitmen menyiapkan generasi Qur’ani yang mampu menjadi penerang bagi masyarakat dan daerahnya,” tambahnya.
Lebih jauh kata Ismuulsujud, MTQ Jaziratul Mulk Kesultanan Ternate tahun ini diikuti oleh 223 peserta tingkat kota, jumlah yang melampaui target panitia.
Para peserta berkompetisi dalam lima cabang lomba, yakni Tilawah Al-Qur’an, Tahfiz Al-Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, dan Kaligrafi.
Ismuulsujud menyampaikan rasa syukur atas antusiasme generasi muda yang terus meningkat dalam mencintai dan mempelajari Al-Qur’an.
Ia berharap MTQ ini mampu melahirkan insan-insan Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga berakhlak mulia dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Maluku Utara.
Ia juga mengatakan, dengan semangat kebersamaan dan nilai keislaman yang kuat, MTQ Jaziratul Mulk Kesultanan Ternate diharapkan menjadi wadah strategis dalam menjaga warisan Islam sekaligus membangun masa depan generasi muda yang berlandaskan Al-Qur’an.
(Rian Momole)













