TERNATE, HabarIndonesia.id – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Ternate, Maluku Utara, terus mempercepat operasional Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih sebagai bagian dari tindak lanjut arahan Wali Kota Ternate dan program pemerintah pusat.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate, H. Chairul Saleh Arief, mengatakan pihaknya secara rutin melakukan pembinaan dan pemantauan terhadap perkembangan koperasi melalui program “Kamis Menyapa Koperasi”.
Program tersebut menjadi agenda rutin dinas untuk memastikan keberadaan dan perkembangan koperasi di Kota Ternate berjalan sesuai target.
“Ada program Kamis Menyapa Koperasi yang kemudian menjadi rutinitas di dinas kami. Setiap hari Kamis saya datang,” kata Chairul saat ditemui wartawan, Kamis (8/10/2026).
Ia menjelaskan, saat ini terdapat 78 kelembagaan koperasi yang telah terbentuk dan memiliki badan hukum yang dinyatakan lengkap. Selain itu, sekitar 20 koperasi telah mengajukan lahan untuk pembangunan gerai melalui sejumlah tahapan verifikasi.
Menurut Chairul, proses verifikasi dilakukan melalui sistem Simkopdes dengan melibatkan pihak terkait. Dari proses tersebut, baru 10 koperasi yang dinyatakan lolos verifikasi dan dapat melanjutkan ke tahap pembangunan. Bahkan, sebagian di antaranya telah mencapai progres pembangunan 100 persen.
“Ada tiga Kopdes yang sudah siap dan terverifikasi karena perlengkapannya sudah siap, seperti mobil dan sarana prasarananya. Bahkan sudah memiliki manajer,” ungkapnya.
Terkait keterbatasan lahan, kata dia, Pemerintah Kota Ternate telah menginstruksikan pemanfaatan sejumlah fasilitas publik untuk dialihfungsikan menjadi kantor maupun gerai Kopdes Merah Putih.
Ia juga menyampaikan, sejumlah lokasi yang diarahkan di antaranya kawasan pasar di Moti, Dufa-Dufa dan Sasa, termasuk pemanfaatan kantor lurah di wilayah Kota Ternate.
Sementara untuk mengatasi persoalan minimnya jumlah anggota, Dinas Koperasi dan UKM terus melakukan pembinaan secara intensif.
Menurutnya, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil, salah satunya koperasi yang sebelumnya hanya memiliki satu anggota kini telah berkembang hingga mencapai sekitar 200 anggota.
Untuk memperkuat fundamental usaha Kopdes Merah Putih, kata dia, Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate juga menyiapkan skema kemitraan dengan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) dan perbankan.
Lanjut dia, Roadshow kemitraan dilakukan dengan sejumlah pihak, termasuk Bulog dan Pertamina, untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pokok komersial seperti beras dan minyak sekaligus membuka akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi anggota koperasi.
Selain membangun kemitraan usaha, pemerintah daerah juga memberikan dukungan berupa bantuan sarana usaha, di antaranya peralatan perbengkelan dan tenda.
Ia juga mengatakan, Dinas juga menerjunkan tenaga pendamping atau support official secara gratis untuk membantu pengurus koperasi dalam mengelola administrasi, pembukuan, strategi perekrutan anggota hingga teknik promosi.
Karena itu, Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate mendorong seluruh Kopdes Merah Putih yang belum memiliki anggota maupun gerai agar segera memenuhi dua unsur tersebut.
Keberadaan anggota dan gerai dinilai menjadi bagian penting dalam menggerakkan aktivitas usaha koperasi di tingkat kelurahan.
“Dari situ saya mendorong seluruh koperasi yang belum punya anggota dan gerai harus ada anggota dan gerai,” tegas Chairul.
Chairul menegaskan, seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Ternate untuk memastikan Kopdes Merah Putih tidak hanya berhenti pada pembentukan badan hukum dan pembangunan fisik.
Lanjutnya, Pemerintah ingin koperasi benar-benar beroperasi secara aktif, memiliki kegiatan usaha yang jelas, serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di setiap wilayah Kota Ternate.
(Agis)






