MOROTAI, HabarIndonesia.id – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pasifik Morotai mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, untuk lebih serius menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dinilai semakin meluas dan berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
Desakan tersebut disampaikan PMII menyusul kondisi kemarau panjang yang memperparah ancaman karhutla di sejumlah wilayah Pulau Morotai.
Kebakaran tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap lahan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat, khususnya para petani.
Ketua PMII Cabang Pasifik Morotai, Rahmat Talib, mengatakan Pemda perlu mengambil langkah konkret untuk menangani dampak karhutla serta memberikan perhatian langsung kepada masyarakat yang lahannya terdampak kebakaran.
Menurut Rahmat, sektor perkebunan memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat lokal. Hasil perkebunan selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk membiayai pendidikan anak-anak mereka.
“Pemda harus serius dalam menangani karhutla karena ini menyangkut hajat hidup masyarakat yang terdampak,” ujar Rahmat.
Ia menilai kondisi masyarakat yang terdampak karhutla perlu menjadi perhatian pemerintah, terutama ketika lahan perkebunan yang menjadi sumber mata pencaharian mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Dalam konteks tersebut, kata dia, PMII Cabang Pasifik Morotai meminta Pemda mempertimbangkan kembali penggunaan anggaran untuk kegiatan seremonial Morotai Festival (MoroFest).
Menurutnya, sebagian perhatian dan dukungan anggaran pemerintah perlu diarahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana karhutla.
Rahmat menyebut masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah secara langsung, baik dalam penanganan kebakaran maupun pemberian bantuan kepada warga yang mengalami kerugian akibat rusaknya lahan perkebunan.
“Bukan malah lebih memprioritaskan agenda seremonial Morotai Festival (MoroFest) yang menelan banyak anggaran daerah,” tegasnya.
Lanjutnya, PMII Cabang Pasifik Morotai selanjutnya mendesak Pemda melakukan evaluasi terhadap alokasi anggaran kegiatan seremonial dan mempertimbangkan kebutuhan penanggulangan karhutla.
Bagi dia, langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan masyarakat yang terdampak memperoleh bantuan sesuai kebutuhan.
Ia juga menyatakan, PMII akan terus menyuarakan kepentingan para petani yang terancam kehilangan sumber mata pencaharian akibat karhutla.
Mereka berharap Pemda Pulau Morotai dapat segera mengambil langkah nyata untuk melindungi masyarakat dan membantu memulihkan lahan perkebunan yang terdampak kebakaran.
(BK)






