TERNATE, HabarIndonesia.id – Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, dipercaya menjadi tuan rumah Olimpiade Matematika Gembira, Asyik, dan Menyenangkan (Gasing) tingkat nasional 2026. Kepercayaan tersebut diberikan setelah siswa asal daerah itu berhasil mengukir prestasi dalam tiga penyelenggaraan secara berturut-turut.
Olimpiade Matematika Gasing tingkat nasional 2026 berlangsung di Hotel Said Bella, Kota Ternate, pada Senin hingga Rabu, 5–7 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe. Dalam kesempatan yang sama, Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangadji turut memberikan sambutan sekaligus apresiasi kepada para peserta yang hadir.
Ikram mengatakan, kepercayaan kepada Halmahera Tengah sebagai tuan rumah tidak terlepas dari konsistensi siswa Halteng dalam meraih prestasi pada ajang Matematika Gasing tingkat nasional.
Menurut Ikram, prestasi tersebut bermula pada penyelenggaraan Olimpiade Matematika Gasing di Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada 2023. Saat itu, siswa asal Halteng berhasil meraih juara pertama tingkat nasional.
Prestasi tersebut kembali dipertahankan pada penyelenggaraan 2024 di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Kemudian pada 2025, kompetisi berlangsung di Banyuwangi, Jawa Timur, dan siswa Halteng kembali mencatatkan prestasi sebagai juara pertama.
“Kalau orang lihat baliho, poster, atau flyer mungkin orang pikir ini permainan gasing. Padahal ini adalah Olimpiade Matematika Gasing. Gasing itu cara instruktur dan guru untuk mengajar terhadap siswa,” kata Ikram, Senin (5/10/2026).
Atas capaian tersebut, Halmahera Tengah kemudian dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan Olimpiade Matematika Gasing tingkat nasional pada 2026.
“Tahun 2026 dilaksanakan di Halmahera Tengah,” ujarnya.
Ikram menjelaskan, Matematika Gasing bukanlah permainan tradisional, melainkan metode pembelajaran matematika yang dirancang agar siswa dapat memahami konsep matematika secara cepat, mudah, dan menyenangkan.
Menurut dia, keberhasilan siswa Halteng tidak hanya dipengaruhi oleh metode pembelajaran tersebut. Pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui dukungan anggaran, khususnya pada sektor pendidikan dan kesehatan.
“Pendidikan dan kesehatan yang paling besar anggaran kami, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, itu. Kenapa? Karena orang akan sehat, orang akan pintar, orang akan mau berusaha sekolah kalau dia sehat,” jelasnya.
Ikram menilai metode Matematika Gasing juga dapat menjadi salah satu instrumen untuk menemukan potensi anak di berbagai bidang. Ia menyebut kemampuan siswa Halteng tidak hanya terlihat dalam matematika, tetapi juga dalam bidang sains dan logika.
Salah satunya, kata Ikram, adalah seorang siswa asal Wairoro, Kecamatan Beda Selatan, yang disebutnya berhasil masuk dalam daftar 10 siswa yang mampu menembus sistem keamanan NASA dan memperoleh penghargaan.
“Saya yakin Uril setelah SMA nanti dia akan diterima di salah satu universitas di Amerika. Mau di Harvard atau di MIT, tapi kayaknya dia lebih ke sains,” katanya.
Ia juga mencontohkan kemampuan sejumlah siswa Halteng dalam menyelesaikan permainan Rubik dalam waktu singkat. Menurutnya, kemampuan tersebut menunjukkan bahwa setiap anak memiliki kecerdasan dan potensi yang berbeda.
Karena itu, kata dia, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menemukan, membina, dan memberikan ruang bagi anak-anak agar kemampuan yang mereka miliki dapat berkembang secara optimal.
Tak hanya untuk Halteng, Ikram juga membuka peluang bagi pemerintah kabupaten dan kota lain di Maluku Utara untuk memanfaatkan tenaga pengajar Matematika Gasing yang telah dimiliki Halteng.
Saat ini, lanjut dia, terdapat sekitar 16 guru di Halteng yang telah menguasai metode tersebut. Para guru itu bahkan telah dikirim ke sejumlah daerah untuk memberikan pelatihan dan mengajar selama kurang lebih dua pekan.
“Kami sudah menawarkan di kabupaten lainnya karena kita punya guru yang bisa melakukan penyebaran. Bisa nanti dibiayai oleh pemerintah Halteng, sama saja di Halbar atau di mana pun,” ungkapnya.
Ikram menegaskan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah siap menanggung biaya apabila pemerintah daerah lain ingin mengundang guru-guru Matematika Gasing dari Halteng untuk memberikan pelatihan.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak seharusnya dibatasi oleh wilayah administratif. Anak-anak yang memiliki kemampuan dan prestasi, kata dia, harus mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang.
Ia berharap keberhasilan Halteng dalam Matematika Gasing tidak hanya menjadi prestasi daerah, tetapi juga dapat mendorong pemerataan pengembangan sumber daya manusia di seluruh Maluku Utara.
(Agis)






