HALBAR, HabarIndonesia.id — Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Halmahera Barat, Firmansyah Rajak, mempertanyakan keseriusan pengawasan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) oleh satuan tugas (satgas) gabungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat yang dibentuk Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Sorotan tersebut mencuat menyusul kebakaran yang kembali terjadi di kawasan Gunung Gamkonora, Kecamatan Ibu Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Minggu (4/10/2026) malam.
Kebakaran yang terjadi di kawasan gunung tersebut memicu kekhawatiran warga setempat. Pasalnya, titik api dilaporkan mengarah ke area lahan garapan masyarakat sehingga menimbulkan kecemasan terhadap keselamatan tanaman perkebunan dan potensi meluasnya kebakaran ke kawasan permukiman.
Firmansyah menilai, sejak kebakaran pertama dilaporkan terjadi pada Jumat (18/9/2026), pemerintah daerah bersama tim satgas gabungan semestinya meningkatkan kesiapsiagaan dan memperketat pengawasan di kawasan Gunung Gamkonora.
Menurutnya, keberadaan posko khusus penanganan karhutla sangat penting untuk memantau perkembangan titik api dan mempercepat langkah penanganan di lapangan.
“Sejak Jumat, 18 September 2026, kebakaran sudah mulai terjadi di beberapa titik hingga merembet masuk ke lahan garapan warga di sekitar gunung. Seharusnya sudah ada posko satgas karhutla khusus wilayah Gamkonora yang terus memantau dengan serius,” ungkap Firmansyah.
Ia menegaskan, pengawasan yang berkelanjutan diperlukan agar kebakaran tidak semakin meluas dan mengancam sumber penghidupan masyarakat.
Terlebih, kawasan sekitar Gunung Gamkonora memiliki lahan perkebunan yang ditanami berbagai komoditas, seperti cengkih, pala, dan kelapa, yang telah dirawat warga selama puluhan tahun.
Menurut Firmansyah, ancaman kebakaran di tengah kondisi kering akibat fenomena El Niño harus menjadi perhatian serius seluruh pihak terkait.
Penanganan tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah membesar, tetapi harus disertai pemantauan rutin, deteksi dini, kesiapan personel, serta koordinasi yang efektif antara pemerintah daerah, satgas gabungan, dan masyarakat.
Ia juga meminta tim satgas gabungan meningkatkan keseriusan dalam mengendalikan titik-titik api agar tidak menjalar lebih jauh ke lahan perkebunan warga.
Jika tidak segera ditangani, kebakaran berpotensi merusak tanaman produktif masyarakat dan menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit.
Selain mengancam lahan garapan, Firmansyah mengingatkan potensi kebakaran meluas hingga mendekati permukiman warga di sejumlah desa sekitar kawasan Gunung Gamkonora.
Karena itu, langkah antisipasi dan pengendalian perlu dilakukan secara cepat, terukur, dan berkelanjutan guna meminimalkan risiko terhadap masyarakat maupun lingkungan.
Firmansyah berharap pemerintah daerah dan seluruh unsur satgas terkait segera memastikan kesiapan posko pemantauan karhutla di wilayah Gamkonora, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap titik-titik api yang berpotensi membahayakan warga.
Ia menegaskan, keselamatan masyarakat, perlindungan lingkungan, dan keberlangsungan perkebunan warga harus menjadi prioritas dalam penanganan karhutla di Halmahera Barat.
(Red)






