Pembinaan Produktif Lapas Ternate, Warga Binaan Bertani, Beternak hingga Hasilkan Pendapatan

- Wartawan

Senin, 28 September 2026 - 19:54 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Ternate bersama warga binaan. Dlakukan kegiata penyiraman rica atau cabai, kangkung, terong, jagung, dan singkong. Senin, (28/09/28). Dok. Agis

Anggota Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Ternate bersama warga binaan. Dlakukan kegiata penyiraman rica atau cabai, kangkung, terong, jagung, dan singkong. Senin, (28/09/28). Dok. Agis

TERNATE, HabarIndonesia.id — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Ternate terus melakukan pembinaan terhadap warga binaan melalui berbagai kegiatan produktif. Salah satunya dengan mengembangkan sektor hortikultura dan peternakan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan Lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Kota Ternate, Fauzol Anshori, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan warga binaan sebagai bagian dari upaya pembinaan sekaligus pengembangan keterampilan yang diharapkan dapat menjadi bekal setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.

“Selain itu, kami memanfaatkan lahan yang ada di Lapas sebagai bagian dari ketahanan pangan bagi warga binaan,” kata Fauzol saat ditemui di ruang kerjanya. Senin, (28/09/26).

Lanjutnya, sejumlah komoditas yang dikembangkan antara lain rica atau cabai, kangkung, terong, jagung, dan singkong. Selain pertanian, Lapas Kota Ternate juga mengembangkan peternakan ayam pedaging dan ayam petelur.

Menurut Fauzol, hasil dari kegiatan tersebut diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangan di lingkungan Lapas.

Lebih jauh kata dia, pihaknya juga menargetkan sebagian kebutuhan yang selama ini dipenuhi melalui kerja sama dengan vendor dapat dipasok dari hasil produksi warga binaan.

“Lima persen kebutuhan dari vendor harus mengambil dari kami, sesuai dengan arahan Pak Menteri terkait penyediaan pangan di lingkungan Lapas,” ujarnya.

Sementara itu, Ophan, staf Lapas yang bertugas sebagai pembina pertanian, mengatakan tanaman yang dikembangkan mendapat perawatan secara rutin, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca yang cukup panas.

“Setiap hari kami siram pada pagi dan sore. Apalagi kondisi saat ini kemarau panjang, sehingga sudah kami jadwalkan penyiramannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, beberapa hari sebelumnya pihaknya telah melakukan panen jagung manis. Hasil panen tersebut kemudian dijual dan menghasilkan pendapatan yang dapat mendukung kegiatan warga binaan.

“Untuk jagung manis, satu ikat berisi 10 buah dijual dengan harga Rp50 ribu. Dari hasil penjualan, uang yang terkumpul sekitar Rp1,4 juta. Saat ini ada lima warga binaan yang terlibat, sementara yang lainnya sudah bebas,” kata Ophan.

Di sisi lain kata Fauzol, Lapas Kelas IIA Kota Ternate juga melakukan razia secara berkala terhadap warga binaan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lingkungan Lapas.

Fauzol mengatakan razia tersebut merupakan tindak lanjut dari perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Indonesia.

“Razia dilakukan untuk deteksi dini terhadap gangguan keamanan. Kami juga mengadakan razia gabungan bersama TNI dan Polri untuk mengantisipasi gangguan keamanan. Alhamdulillah, kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, dalam razia sebelumnya, petugas menemukan sejumlah benda yang dilarang atau berpotensi membahayakan, di antaranya kabel, pisau cutter, sendok, serta benda lainnya. Petugas juga melakukan pemeriksaan terkait penggunaan telepon seluler oleh warga binaan.

“Yang ditemukan itu kabel, pisau cutter, sendok, dan benda lainnya,” kata Fauzol.

Ia menjelaskan, razia dilakukan untuk mencegah adanya benda-benda yang dapat disalahgunakan dan berpotensi membahayakan petugas maupun warga binaan lainnya.

Lanjutnya, pemeriksaan juga menyasar barang-barang yang dilarang, termasuk narkoba serta benda berbahan logam yang dapat dimodifikasi menjadi alat berbahaya.

“Hal ini dilakukan agar tidak ada tindakan-tindakan yang membahayakan petugas serta warga binaan lainnya,” jelasnya.

Dalam proses pembinaan, Fauzol menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan warga binaan. Menurutnya, pembinaan tidak hanya dilakukan melalui penerapan aturan dan pengawasan, tetapi juga dengan menggali potensi serta keterampilan yang dimiliki masing-masing warga binaan.

“Kami membina mereka dengan menggunakan komunikasi yang baik, kemudian pendekatan dan pengembangan skill yang mereka miliki. Kami juga memberikan pelayanan serta menampung keluhan-keluhan mereka,” katanya.

Saat ini, jumlah warga binaan di Lapas Kelas IIA Kota Ternate tercatat sebanyak 228 orang, sementara kapasitas Lapas hanya 196 orang.

Fauzol menjelaskan, Lapas Kelas IIA Kota Ternate juga berperan sebagai UPT penyangga dan merupakan satu-satunya Lapas Kelas IIA di wilayah Kota Ternate.

Ia juga menyampaikan, alam kondisi tertentu, warga binaan dari UPT lain dapat dipindahkan ke Lapas Kota Ternate karena fasilitas yang tersedia dinilai lebih memadai.

Untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum warga binaan, Lapas Kota Ternate mengalokasikan anggaran sekitar Rp23 ribu per orang per hari untuk kebutuhan tiga kali makan.

Fauzol berharap seluruh program pembinaan yang dilakukan dapat memberikan perubahan positif bagi warga binaan sehingga mereka mampu menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.

“Kami berharap warga binaan yang masuk ke sini jangan kembali ke sini dan bisa menjadi lebih baik setelah keluar dari sini,” pungkasnya.

(Agis)

Berita Terkait

Tongkang Diduga Milik Warga Bitung Dipersoalkan, Pemdes Laigoma Akui Tak Pegang Dokumen Kepemilikan
Pelta Minta Polda Malut Usut Perbedaan Keterangan Kuasa Hukum NHM dan Kapolres Halut
Jalani Perawatan, AKP Abdul Haris Serahkan Kasat Binmas Halsel, KBO Ditunjuk sebagai Plt
Material Proyek Jalan Jikohai Diduga dari Galian C Tak Berizin, APH Diminta Periksa Semua Pihak
Polsek Pulau Bacan Bergerak Malam Hari, Perkuat Patroli KRYD
Pelta Malut Soroti Perbedaan Keterangan kuasa Hukum PT NHM dan Kapolres Halut, dalam Kasus Septian Sam
77 Jam Kerja per Pekan dan Kecelakaan Berujung Amputasi, PT Cahaya Bintang Diadukan ke Disnaker
OJK Malut, Zahra Berkah Belum Berizin, Status Investasi Ilegal Masih Didalami

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 00:08 WIT

Reses Husni Bopeng di Tarau Serap Aspirasi Warga, Saluran Air hingga Jalan Lingkungan Jadi Prioritas

Kamis, 17 September 2026 - 17:07 WIT

Hasby Yusuf Minta TKD Jangan Dipangkas, DBH Jangan di Tahan, itu Hak Daerah

Kamis, 17 September 2026 - 16:13 WIT

Nelayan Fitu Keluhkan Cuaca Ekstrem dan Sulitnya BBM Subsidi Saat Reses Ghifari Bopeng

Rabu, 9 September 2026 - 21:36 WIT

Rudini Madjid Optimistis Menangkan Konfercab V GP Ansor Kota Ternate

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:37 WIT

Bawa Aspirasi Pendidikan dan Kesehatan, DPRD Ternate Temui Komite III DPD RI

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:52 WIT

Hasby Yusuf Salurkan Bantuan Al-Qur’an, Iqra dan Sarung untuk Warga Desa Goro-Goro

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:12 WIT

DPRD Halsel Bongkar Polemik Kusu Island Resort, Pengelola Bakal Dipanggil

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:37 WIT

Zulkifli Hasan Lantik Pengurus PAN Maluku Utara, Kasman Instruksikan Kader Kerja Politik Ekstra

Berita Terbaru