TERNATE – HabarIndonesia.id – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, didampingi Wakil Gubernur Sarbin Sehe, secara resmi melaunching buku Empat Kesultanan dan Peradaban di Maluku Utara, Jumat (30/1), bertempat di Pandopo Kesultanan Ternate.
Buku ini merupakan hasil riset kolaboratif antara Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Provinsi Maluku Utara bersama ICMI Orwil Maluku Utara yang telah dilakukan sejak tahun 2024.
Peluncuran buku tersebut dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai unsur, di antaranya jajaran Pemerintah Provinsi Maluku Utara, akademisi dan sejarawan, penulis dan tim penyusun buku, pengurus ICMI pusat dan daerah, serta perwakilan empat kesultanan Moloku Kie Raha, yakni Kesultanan Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan.
Dalam sambutannya, Gubernur Sherly menegaskan bahwa peluncuran buku ini merupakan bagian penting dari upaya menjaga dan melestarikan sejarah serta jati diri Maluku Utara.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan identitas dan peradaban masyarakat.
“Buku ini bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang bagaimana kita merawat jati diri Maluku Utara agar tetap hidup dan relevan bagi generasi masa kini dan mendatang,” ujar Gubernur Sherly.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Disarpus Provinsi Maluku Utara dan ICMI Orwil Maluku Utara atas kolaborasi riset yang telah menghasilkan karya penting tersebut.
Gubernur berharap buku ini dapat menjadi sumber pembelajaran, ruang dialog, serta inspirasi bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda, dalam memahami nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh empat kesultanan.
“Kita harus menjaga nilai-nilai yang diwariskan empat kesultanan ini dan menjadikannya motivasi untuk membawa Maluku Utara tampil di panggung nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua ICMI Orwil Maluku Utara, Kasman Hi Ahmad, menekankan bahwa Maluku Utara memiliki sejarah dan peradaban yang besar, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan secara berkelanjutan.
Ia menyebut buku ini sebagai hasil kerja kolektif para peneliti yang ingin menegaskan peran strategis Maluku Utara dalam sejarah peradaban Nusantara.
“Buku ini diharapkan menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi generasi muda agar tumbuh menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan berprestasi dengan berlandaskan nilai budaya dan sejarah,” ujarnya.
Lebih jauh kata Kasman, Panitia pelaksana menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran publik mengenai peran empat kesultanan dalam membentuk peradaban Maluku Utara, sekaligus merefleksikan relevansinya dalam kehidupan sosial kontemporer.
Ia juga mengatakan, Panitia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, baik secara moral maupun material.
Ia menyampaikan, Peluncuran buku ditandai dengan penandatanganan replika sampul buku oleh Gubernur Maluku Utara bersama Ketua ICMI Orwil Maluku Utara dan Kepala Disarpus Provinsi Maluku Utara, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan buku kepada perwakilan empat kesultanan Moloku Kie Raha. (*)













