Dari FGD ke Pusat, NasDem Malut Serius Perjuangkan 4 Kursi DPR RI

TERNATE — HabarIndonesia.id – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Provinsi Maluku Utara menggelar forum group discussion (FGD) pada Senin malam (7/4/2026) di kantor DPW NasDem Malut.

Kegiatan ini mengusung tema “Tuntutan Tambahan Alokasi Kursi DPR RI Daerah Pemilihan Maluku Utara” sebagai upaya mendorong penambahan kursi DPR RI dari tiga menjadi empat kursi.

Ketua DPW Partai NasDem Maluku Utara, Husni Bopeng, dalam arahannya menyampaikan bahwa gagasan penambahan kursi DPR RI dilatarbelakangi oleh luas wilayah Maluku Utara yang dinilai belum sebanding dengan jumlah perwakilan di tingkat pusat.

“Kalau kita melihat daerah yang begitu besar lalu hanya diurus tiga orang, maka penambahan kursi DPR RI menjadi kebutuhan,” ujarnya.

Husni menegaskan bahwa usulan tersebut mengacu pada Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 80/PUU-XX/2022, yang menekankan pentingnya penataan kembali daerah pemilihan agar lebih seimbang dan rasional sesuai jumlah penduduk, sehingga alokasi kursi menjadi lebih proporsional.

Ia berharap FGD ini mampu menghasilkan rumusan dan argumentasi yang kuat untuk diajukan ke pemerintah pusat.

“Semoga diskusi ini menghasilkan kesepakatan yang bisa diusulkan ke pusat. Ini peluang bagi Maluku Utara untuk memperjuangkan penambahan kursi dengan argumentasi yang konstitusional,” tambahnya.

Senada dengan itu, Koordinator Wilayah Partai NasDem Maluku Utara, Helmi Umar Muksin, menyampaikan bahwa wacana penambahan kursi DPR RI juga relevan dengan rencana revisi Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017.

Menurutnya, prinsip kesetaraan nilai suara (one person, one vote, one value) harus menjadi dasar dalam penataan daerah pemilihan dan alokasi kursi, yang dihitung berdasarkan jumlah penduduk.

“KPU wajib melakukan penataan dapil setiap kali terjadi perubahan jumlah penduduk yang signifikan atau pemekaran daerah,” jelasnya.

Helmi menambahkan bahwa usulan penambahan kursi tidak hanya mempertimbangkan aspek kependudukan, tetapi juga faktor geografis wilayah Maluku Utara yang luas dan terdiri dari banyak pulau.

“Adanya daerah pemilihan baru di beberapa wilayah seperti Papua juga memerlukan penyesuaian alokasi kursi DPR RI. Ini menjadi kesempatan bagi Maluku Utara untuk mengusulkan penambahan kursi,” pungkasnya.

Informasi yang dihimpun oleh media HabarIndonesia.id menyebutkan bahwa FGD tersebut dipandu oleh Sekretaris DPW Partai NasDem Maluku Utara, Abd. Rahim Odeyani, serta dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Bappilu NasDem Maluku Utara, Muhlis Tapitapi.

Untuk dari kalangan Penyelenggara, anggota KPU Malut Reni Banjar, anggota Bawaslu Malut Rusly Saraha, tokoh partai politik seperti Hamid Usman dan Abdurrahim Fabanyo, serta kalangan akademisi, di antaranya Dr. Aziz Hakim dan Dr. Aziz Hasyim.

Husni juga berharap, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat posisi Maluku Utara dalam memperjuangkan representasi politik yang lebih adil di tingkat nasional.

(Ala/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *