TERNATE, HabarIndonesia.id – Bakal calon Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ternate, Ardian Idhan, mengaku telah mengantongi 10 dukungan dari total 14 pemilik hak suara.
Dukungan tersebut disampaikan saat dirinya bersama tim pemenangan mengembalikan berkas formulir pendaftaran di Sekretariat DPD II Partai Golkar Kota Ternate, Jumat (9/10/2026) malam.
Ardian mengatakan, seluruh persyaratan pencalonan telah dipenuhi, termasuk penyerahan dokumen dukungan kepada panitia Musyawarah Daerah (Musda) VII DPD II Partai Golkar Kota Ternate. Ia optimistis dapat mengikuti seluruh tahapan pencalonan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Saya dan tim pemenangan sudah memenuhi syarat. Kita juga sudah memiliki 10 dukungan dari 14 pemilik hak suara. Berkasnya sudah kami serahkan kepada panitia Musda Golkar malam ini,” kata Ardian kepada awak media Jumat malam
Menurut Ardian, dukungan yang dikantonginya terdiri atas tujuh pimpinan kecamatan, dua organisasi sayap Partai Golkar, yakni Angkatan Muda Partai Golkar (AMPI) dan Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), serta unsur DPD II Partai Golkar Kota Ternate.
Ia menjelaskan, dukungan dari unsur DPD II tersebut berasal dari ketua dan sekretaris kepengurusan yang sedang berjalan. Dengan dukungan itu, Ardian menyebut jumlah dukungan yang diperolehnya telah melampaui persyaratan minimal pencalonan sebesar 30 persen.
“Sampai pada tahap pengembalian berkas, saya tetap optimistis bahwa pemenangnya adalah Ardian Idhan,” tegasnya.
Jika terpilih sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ternate, Ardian berkomitmen melibatkan seluruh pimpinan kecamatan dalam pelaksanaan program partai.
Ia menilai keterlibatan struktur partai di tingkat kecamatan penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan meningkatkan peran Golkar di tengah masyarakat.
Selain itu, Ardian menargetkan Partai Golkar dapat mempertahankan kursi di DPR serta mengusung kader sendiri sebagai calon wali kota pada pemilihan kepala daerah mendatang.
Target tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi partai dan mendorong kaderisasi kepemimpinan di Kota Ternate.
Sementara itu, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ternate, Fuad Alhadi, menilai proses penjaringan bakal calon ketua merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk menentukan arah kepemimpinan partai ke depan.
Ia menyebut munculnya sejumlah bakal calon menunjukkan adanya kesempatan bagi kader untuk berkompetisi melalui mekanisme partai.
Fuad berharap pelaksanaan Musda VII berlangsung secara dewasa dan menghasilkan figur yang mampu membawa Partai Golkar semakin berkembang.
Menurutnya, dinamika dalam proses pencalonan harus menjadi ruang bagi seluruh kader untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mengevaluasi perjalanan organisasi.
“Generasi DPD Golkar sudah menunjukkan kepada publik bahwa kita berpolitik dengan dewasa untuk menentukan pilihan figur yang mampu membawa Golkar ke depan lebih baik,” kata Fuad.
Fuad juga menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan di tubuh Partai Golkar. Ia mengatakan, kesempatan bagi generasi muda untuk memimpin perlu menjadi bagian dari arah kebijakan organisasi hingga tingkat daerah, sejalan dengan upaya regenerasi yang dibangun Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
“Ini sudah menjadi era anak muda dan sudah dibangun oleh DPP Partai Golkar. Ini harus diikuti oleh setiap DPD di setiap daerah, termasuk DPD II Kota Ternate,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Musda VII DPD II Partai Golkar Kota Ternate, Bahtiar Sakir, menyampaikan bahwa pelaksanaan Musda dijadwalkan berlangsung pada 12 Oktober 2026.
Jadwal tersebut mengalami perubahan satu hari dari rencana sebelumnya, yakni 11 Oktober 2026.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Musda, menurutnya, tahapan verifikasi berkas pencalonan dan dukungan menjadi bagian penting dalam menentukan kelanjutan proses setiap bakal calon.
“Hasil tahapan tersebut akan menjadi dasar bagi panitia untuk memastikan pemenuhan persyaratan sebelum pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ternate periode berikutnya dilaksanakan,” Pungkasnya.
(Agis)






