Berita  

Reses di Sulamadaha, Husni Bopeng, Bantuan Petani, UMKM hingga Perbaikan Pelabuhan Hiri Sangat Penting

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.67083335, 0.6947917);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 39;

TERNATE – HabarIndonesia.id – Wakil Ketua II DPRD Provinsi Maluku Utara, Husni Bopeng, menggelar kegiatan reses masa persidangan kedua tahun sidang 2025/2026 di Kelurahan Sulamadaha, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, Selasa (12/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, legislator daerah pemilihan (Dapil) I Kota Ternate–Kabupaten Halmahera Barat itu menyerap berbagai aspirasi masyarakat, mulai dari sektor pertanian, nelayan, pemberdayaan perempuan, hingga perbaikan Pelabuhan Hiri.

Dalam sambutannya, Husni Bopeng menjelaskan bahwa sebagai wakil rakyat dari Dapil I, dirinya memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat di Kota Ternate dan Kabupaten Halmahera Barat.

Untuk pelaksanaan reses kali ini, ia memfokuskan kegiatan di Halmahera Barat, sementara pada tahun mendatang akan lebih banyak menyerap aspirasi masyarakat di Kota Ternate.

“Karena saya terpilih di Dapil I Ternate-Halmahera Barat, maka tanggung jawab saya adalah memperjuangkan kebutuhan masyarakat di dua daerah tersebut,” ujarnya.

Husni menegaskan, setiap kegiatan reses menjadi momentum untuk mendengar secara langsung keluhan dan kebutuhan masyarakat di setiap kelurahan dan desa, baik yang berkaitan dengan petani, nelayan, kebutuhan lingkungan, maupun pengembangan minat dan bakat generasi muda.

Ia mengatakan, sejumlah usulan masyarakat dapat langsung direalisasikan apabila barang

atau bantuan yang dibutuhkan sudah tersedia.

“Kalau ada permintaan masyarakat dan barangnya sudah tersedia, maka bisa langsung saya bantu,” katanya.

Selain bantuan berupa barang, Husni juga membuka peluang bagi anak-anak muda maupun masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan keterampilan, seperti kursus las dan operator alat berat.

Menurutnya, program tersebut dapat diusulkan melalui dirinya untuk diteruskan ke instansi terkait.

“Kalau ada anak-anak atau masyarakat yang memiliki minat mengikuti kursus las atau operator alat berat, silakan hubungi saya. Nanti saya akan bantu proses persyaratannya dan meneruskan ke dinas terkait,” jelasnya.

Dalam sesi dialog, Irham Suleman mewakili kaum bapak menyampaikan harapan agar bantuan pertanian dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada kelompok tani, bukan hanya dimanfaatkan secara pribadi oleh segelintir orang.

“Kami berharap bantuan pertanian benar-benar diberikan kepada kelompok tani agar bisa dinikmati bersama,” ujarnya.

Irham juga meminta perhatian terhadap kondisi Pelabuhan Hiri yang dinilai kurang memadai.

Menurutnya, kerusakan pelabuhan menyebabkan aktivitas transportasi dan akses menuju kawasan wisata terganggu, sehingga berdampak pada para pengemudi ojek dan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Rita Amir mewakili kelompok perempuan menyampaikan usulan bantuan alat usaha, seperti mesin parut kasbi dan peralatan produksi keripik.

Ia mengatakan kelompoknya telah mengikuti pelatihan pemberdayaan perempuan dan telah mengajukan proposal, namun hingga kini belum memperoleh bantuan.

“Kami sudah mengikuti pelatihan dan mengajukan proposal. Kami berharap bantuan alat usaha dapat segera direalisasikan,” katanya.

Rita juga menyoroti dampak kerusakan Pelabuhan Hiri terhadap aktivitas perdagangan masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang berjualan di sekitar pelabuhan. Menurutnya, selama empat bulan terakhir pendapatan mereka menurun karena lokasi sandar kapal dipindahkan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Husni Bopeng menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh kebutuhan masyarakat, termasuk bantuan bagi petani, nelayan, pelaku UMKM, serta percepatan perbaikan Pelabuhan Hiri.

Menurutnya, pelabuhan tersebut memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat, kelancaran transportasi, pengembangan pariwisata, dan keberlangsungan usaha kecil di kawasan Sulamadaha dan Pulau Hiri.

“Jika Pelabuhan Hiri kembali berfungsi normal, maka akses transportasi akan lebih mudah, sektor wisata tidak terganggu, dan pelaku UMKM dapat kembali berjualan dengan baik,” pungkasnya.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *