HALSEL — HabarIndonesia.id – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Halmahera Selatan melaksanakan Diklat Terpadu Dasar (DTD) ke-I dengan mengusung tema “Bela Agama, Bangsa dan Negara dalam Bingkai NKRI”. Kegiatan ini digelar di Gedung Serbaguna Kecamatan Obi, Desa Laiwui, dan berlangsung selama tiga hari, 17 hingga 19 April 2026.
DTD merupakan jenjang kaderisasi formal GP Ansor yang bertujuan membentuk kader militan, berkarakter, serta memiliki komitmen kebangsaan dan keagamaan yang kuat. Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan ini, yang berasal dari berbagai desa di Pulau Obi.
Camat Obi, Ali La Jarahia, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut di wilayahnya. Ia menilai DTD menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai kebangsaan dan menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Ansor memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan membangun generasi muda yang berakhlak, cinta tanah air, serta siap menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Fahrul Abd. Muid, MA, yang hadir mewakili Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Maluku Utara, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan ruh organisasi yang harus terus dijalankan secara berkelanjutan.
Menurutnya, DTD bukan sekadar pelatihan, tetapi proses pembentukan karakter kader Ansor agar siap menghadapi tantangan zaman, baik dalam aspek keagamaan maupun kebangsaan.
“Ansor harus tampil sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan. Melalui DTD ini, kita berharap lahir kader-kader yang tangguh, berintegritas, dan mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa GP Ansor memiliki tanggung jawab besar dalam merawat harmoni sosial serta menangkal paham-paham yang dapat mengancam persatuan bangsa.
Di sisi lain, Sekretaris Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Halmahera Selatan, Irfandi R. Mustafa, menjelaskan bahwa pelaksanaan DTD di Pulau Obi merupakan bagian dari strategi konsolidasi organisasi berbasis wilayah kepulauan.
“Ini merupakan konsolidasi kedua yang kami pusatkan di Pulau Obi. Sebelumnya kami telah melaksanakan di Pulau Bacan, dan selanjutnya kami akan melanjutkan agenda kaderisasi di Pulau Gane serta Makian-Kayoa,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk memastikan pemerataan kaderisasi serta penguatan struktur organisasi hingga ke wilayah-wilayah kepulauan di Halmahera Selatan.
Kegiatan DTD ini diisi dengan berbagai materi strategis, mulai dari ke-Ansoran, ke-NU-an, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, hingga penguatan ideologi dan bela negara. Selain itu, peserta juga mengikuti pelatihan fisik dan mental sebagai bagian dari pembentukan karakter kader.
Melalui kegiatan ini, Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Halmahera Selatan berharap dapat memperkuat soliditas organisasi sekaligus mencetak kader-kader yang siap berkhidmat untuk agama, bangsa, dan negara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)













