TERNATE – HabarIndonesia.id – Pelatihan dan Sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) se-Provinsi Maluku Utara resmi dibuka di Aula Maitara, Kantor Bank Indonesia Kota Ternate, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat rantai nilai halal (halal value chain) di wilayah tersebut.
Mewakili Gubernur Maluku Utara, Sri Haryanti Hatari dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, beserta jajaran atas terselenggaranya kegiatan ini.
Menurutnya, pelatihan ini merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya produk halal sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan ekonomi baru, khususnya bagi pelaku UMKM.
“Pelatihan ini adalah langkah strategis dalam menjamin hak masyarakat Muslim untuk mendapatkan pangan yang halal dan thayyib,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa peran Juru Sembelih Halal (Juleha) sangat krusial dalam rantai pasok pangan.
Lanjutnya, kesalahan dalam proses penyembelihan tidak hanya berdampak pada aspek syariat, tetapi juga kualitas dan keamanan produk daging yang dikonsumsi masyarakat.
Ia juga menyampaiakan, sebagai daerah dengan mayoritas penduduk Muslim, Maluku Utara membutuhkan tenaga juru sembelih yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memahami fiqih penyembelihan serta memiliki sertifikasi resmi.
Melalui pelatihan ini kata dia, peserta dibekali kemampuan profesional guna memastikan setiap proses penyembelihan memenuhi standar halal yang ditetapkan.
Sertifikasi yang diperoleh menjadi bentuk komitmen dalam menjaga integritas dan kualitas produk.
Selain itu lanjutnta, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga tengah merencanakan pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) halal di Sofifi yang memenuhi standar kelayakan dan sertifikasi halal.
Sri Haryanti berharap seluruh juru sembelih, baik di rumah potong hewan maupun di lingkungan masyarakat, memiliki standar yang sama sesuai syariat Islam dan regulasi pemerintah, termasuk Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan pangan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk daging yang beredar di pasaran.
“Produk lokal diharapkan mampu bersaing dan memenuhi standar industri halal global,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan mitra kerja.
Pelatihan diikuti oleh 25 peserta dari 10 kabupaten/kota sebagai bagian dari penguatan infrastruktur halal value chain sekaligus persiapan menghadapi Hari Raya Idul Adha.
Ia mengungkapkan bahwa sektor halal nasional tumbuh sebesar 6,2 persen (year on year) pada 2025 dan berkontribusi sekitar 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Di Maluku Utara, sebanyak 75,7 persen penduduk beragama Islam, sehingga sektor halal memiliki potensi besar sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru,” jelasnya.
Menurutnya, Pelatihan ini mengacu pada SKKNI Nomor 147 Tahun 2022 dan sertifikasi dilakukan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Ia juga menyampaikan, peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat profesi yang diakui secara nasional maupun internasional.
Bank Indonesia, lanjutnya, siap terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam mewujudkan rumah potong hewan halal di Maluku Utara.
Ia juga mengatakan, acara pembukaan ditutup secara resmi oleh Sri Haryanti Hatari dengan ucapan syukur dan harapan agar kegiatan berjalan lancar serta membawa manfaat bagi masyarakat.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Pelatihan dan Sertifikasi Juru Sembelih Halal Provinsi Maluku Utara secara resmi saya nyatakan dibuka,” tutupnya Sri sekaligus membuka acara.
(Gus/red)













