HALTIM – HabarIndonesia.id – Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) kembali membuka peluang besar bagi masyarakat yang ingin berkarier di sektor pemerintahan.
Untuk Tahun Anggaran 2026, Pemkab Haltim berencana mengusulkan sekitar 300 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Langkah ini diambil di tengah kebijakan nasional yang semakin ketat dalam pengendalian belanja pegawai. Rabu, 08/04/26.
Namun demikian, kondisi fiskal Haltim dinilai masih cukup stabil dan aman untuk melakukan rekrutmen aparatur baru.
Berdasarkan data terbaru, rasio belanja pegawai daerah Haltim berada di angka 27,95 persen, masih di bawah ambang batas nasional sebesar 30 persen yang akan diberlakukan penuh pada tahun 2027.
Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, menjelaskan bahwa kondisi tersebut memberikan ruang strategis bagi pemerintah daerah untuk tetap membuka formasi CPNS, dengan pendekatan yang lebih selektif dan berbasis kebutuhan.
“Prioritas utama diarahkan pada tenaga kesehatan, tenaga pendidikan, serta tenaga teknis pendukung layanan publik,” ujar Ricky.
Ia menegaskan bahwa kebijakan rekrutmen tahun ini tidak sekadar menambah jumlah aparatur, melainkan didasarkan pada analisis kebutuhan riil di lapangan.
Selain itu kata dia, Pemkab Haltim juga akan melakukan penataan internal sebagai bagian dari strategi optimalisasi sumber daya manusia.
Ia juga mengatakan Dalam waktu dekat, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) akan bekerja sama dengan dinas terkait untuk melakukan pemetaan ulang distribusi ASN dan Non-ASN.
Lnjutn Ricky, Khusus di sektor pendidikan, pemerintah daerah akan melakukan redistribusi guru guna memastikan pemerataan tenaga pengajar di seluruh wilayah sebelum menetapkan kebutuhan tambahan.
“Langkah ini penting agar formasi yang diusulkan benar-benar tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan, Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, pengusulan formasi CPNS tersebut diperkirakan akan rampung dalam waktu dekat, dengan estimasi sekitar 300 formasi siap diajukan ke pemerintah pusat.
Ricky juga menekankan bahwa di tengah berbagai pembatasan nasional, Haltim justru menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran yang disiplin dapat membuka peluang pembangunan, termasuk dalam penguatan kapasitas aparatur sipil negara.
“Pengelolaan anggaran yang baik bukan menjadi penghambat, tetapi justru menjadi peluang untuk terus berkembang,” pungkasnya.
(Dzariq)













