HALSEL, HabarIndonesia.id — Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, melontarkan peringatan keras terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang diduga terjerat judi online (judol), pinjaman online (pinjol), hingga terlilit utang di berbagai tempat. Persoalan ini menjadi alarm serius bagi disiplin birokrasi Pemkab Halsel.
Dalam apel pagi di halaman Kantor Bupati Halsel, Senin (12/10/2026), Bassam mengungkapkan telah menerima sejumlah laporan mengenai ASN yang diduga kecanduan judi online, terjerat utang, bahkan membawa persoalan keuangan ke lingkungan kerja.
Belakangan ini ada informasi yang saya dapatkan, banyak ASN yang memiliki kebiasaan bermain judi online. Sudah beberapa laporan yang saya terima, bahkan ada pegawai yang berutang di mana-mana,” tegas Bassam.
Bassam menilai persoalan tersebut tidak bisa dibiarkan apabila mulai memicu konflik utang-piutang antarrekan kerja hingga membuat pegawai tidak masuk kantor.
Ia pun memerintahkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menelusuri indikasi persoalan tersebut di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
“Saya akan tegas kepada BKPSDM untuk menyisir semua dinas. Salah satu indikasi yang perlu diperhatikan adalah persoalan utang-piutang yang akhirnya membebani pegawai hingga tidak masuk kantor,” ujarnya.
Lanjutnta, peringatan ini menjadi sinyal keras bahwa persoalan kedisiplinan ASN tidak boleh lagi dianggap sepele.
Ia juga menyampaikan, Ketika pegawai terjerat masalah yang berujung pada ketidakhadiran dan terganggunya tugas, dampaknya bukan hanya dirasakan sesama pegawai, tetapi juga masyarakat yang membutuhkan pelayanan pemerintah.
Bassam juga menyoroti laporan mengenai pegawai yang diduga mengonsumsi minuman keras dan tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya.
Ia meminta seluruh kepala OPD berani melakukan pengawasan terhadap bawahannya, bukan membiarkan persoalan berkembang tanpa penanganan.
Sorotan kini mengarah kepada BKPSDM dan para pimpinan OPD, apakah perintah bupati akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan serius, atau justru berhenti sebagai peringatan di atas podium apel pagi?
Bassam juga menegaskan, Pemkab Halsel perlu memastikan setiap laporan ditelusuri secara objektif, pelanggaran disiplin dibuktikan melalui prosedur yang berlaku, dan sanksi dijatuhkan apabila ditemukan pelanggaran.
“Jangan sampai masyarakat menanggung akibat dari birokrasi yang kehilangan disiplin. ASN digaji untuk bekerja dan melayani rakyat, bukan membiarkan persoalan pribadi mengorbankan tanggung jawab jabatan,” Ucapnya.
Peringatan Bassam kini menjadi ujian nyata bagi ketegasan pemerintahannya. Publik menunggu tindakan konkret, bukan sekadar ancaman penertiban tanpa hasil.
(Ian)






