TERNATE, HabarIndonesia.id – Perebutan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ternate memasuki tahap krusial menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VII. Lima bakal calon telah mengembalikan berkas pendaftaran, sementara satu kandidat, Hi. Jekson Drifiing, dinyatakan gugur karena tidak menyerahkan berkas hingga batas waktu yang ditentukan panitia Musda.
Kelima bakal calon yang telah mengembalikan berkas tersebut yakni Bahtiar Mole, Muhammad Saiful, Ardian Idhan, Makmur Gamgulu, dan Amin Subuh. Sabtu, (10/10/26).
Ketua Steering Committee (SC) Musda VII Golkar Kota Ternate, Hi. Abdul Bailussy mengatakan kandidat yang tidak mengembalikan berkas hingga batas akhir pendaftaran dinyatakan gugur sesuai ketentuan yang berlaku.
“Yang tidak mengembalikan berkas dianggap gugur sesuai aturan,” kata Abdul
Lanjutnya, meski lima bakal calon telah mengembalikan berkas, mereka belum otomatis ditetapkan sebagai kandidat yang memenuhi syarat. Panitia masih melakukan verifikasi terhadap kelengkapan dokumen, keabsahan rekomendasi dukungan, serta kemungkinan adanya dukungan ganda.
Abdul menegaskan, hasil verifikasi tersebut akan menjadi dasar penentuan bakal calon yang berhak melanjutkan ke tahapan pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ternate.
Di tengah proses verifikasi, persaingan dukungan antarkandidat mulai mengemuka. Salah satu bakal calon, Ardian Idhan, mengaku telah menyerahkan 10 dukungan dari total 14 pemilik hak suara saat mengembalikan berkas pencalonan.
Menurut Ardian, jumlah dukungan tersebut telah melampaui persyaratan minimal sebesar 30 persen.
Ia menjelaskan, dukungan yang dikantonginya terdiri atas tujuh pimpinan kecamatan, dua organisasi sayap Partai Golkar, yakni Angkatan Muda Partai Golkar (AMPI) dan Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), serta unsur DPD II Golkar Kota Ternate.
Ardian menyebut dukungan dari unsur DPD II berasal dari ketua dan sekretaris kepengurusan yang sedang berjalan.
“Sampai pada tahap pengembalian berkas, saya tetap optimistis menang,” ujarnya.
Jika terpilih, Ardian berkomitmen melibatkan seluruh pimpinan kecamatan dalam setiap program partai. Ia juga menargetkan Golkar mampu mempertahankan kursi di DPR serta mengusung kader sendiri sebagai calon wali kota pada pemilihan kepala daerah mendatang.
Sementara itu, bakal calon lainnya, Makmur Gamgulu, mengaku telah mengembalikan berkas pencalonan dengan membawa tujuh rekomendasi dukungan.
Makmur menjelaskan, empat rekomendasi berasal dari pihak yang sebelumnya belum memberikan dukungan kepada kandidat lain.
Sementara tiga rekomendasi lainnya, menurut dia, beralih setelah pemberi dukungan menarik rekomendasi sebelumnya.
“Dukungan tersebut berasal dari sejumlah pimpinan kecamatan, yakni Ternate Utara, Pulau Ternate, Batang Dua, dan Pulau Moti. Ia juga mengaku memperoleh dukungan dari AMPI dan KPPG,” Kata Makmur.
Menurut Makmur, sejumlah organisasi yang sebelumnya memberikan dukungan kepada kandidat lain telah menarik rekomendasi tersebut dan mengalihkannya kepada dirinya.
Selain itu, Makmur menyatakan akan mempersoalkan sejumlah rekomendasi yang menggunakan surat keputusan pelaksana tugas (Plt). Ia menilai rekomendasi yang dimilikinya diterbitkan berdasarkan hasil musyawarah.
Meski demikian, keabsahan seluruh rekomendasi masih harus melalui verifikasi SC. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi salah satu tahapan penting yang menentukan kelanjutan pencalonan masing-masing bakal calon.
Di tengah dinamika perebutan kursi ketua, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ternate, Fuad Alhadi, menilai proses penjaringan merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk menentukan arah kepemimpinan partai ke depan.
Fuad mengatakan munculnya sejumlah bakal calon menunjukkan terbukanya kesempatan bagi kader untuk berkompetisi.
Ia berharap Musda VII berlangsung secara dewasa dan menghasilkan figur yang mampu membawa Partai Golkar semakin berkembang.
“Generasi DPD Golkar sudah menunjukkan kepada publik bahwa kita berpolitik dengan dewasa untuk menentukan pilihan figur yang mampu membawa Golkar ke depan lebih baik,” kata Fuad.
Ia menambahkan, dinamika internal partai seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi seluruh kader.
Menurutnya, setiap kader memiliki kompetensi dan kesempatan untuk memimpin partai tanpa dibatasi latar belakang tertentu.
Fuad juga menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan sebagai bagian dari arah politik Partai Golkar yang perlu diterapkan hingga tingkat daerah.
“Ini sudah menjadi era anak muda dan sudah dibangun oleh DPP Partai Golkar. Ini harus diikuti oleh setiap DPD di setiap daerah, termasuk DPD II Kota Ternate,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Musda VII DPD II Partai Golkar Kota Ternate, Bahtiar Sakir, mengatakan pelaksanaan Musda dijadwalkan berlangsung pada 12 Oktober 2026. Jadwal tersebut mundur satu hari dari rencana sebelumnya, yakni 11 Oktober 2026.
Ia juga menyampaikan, dengan jadwal yang semakin dekat, hasil verifikasi berkas dan rekomendasi dukungan menjadi penentu bagi para bakal calon untuk melangkah ke tahap berikutnya dalam perebutan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ternate.
(Agis)






