TERNATE – HabarIndinesia.id – Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Pemerintah Kota Ternate dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar rapat koordinasi guna membahas penanganan dampak gempa bumi serta memetakan potensi gempa susulan di wilayah Batang Dua. Senin 13/04/26.
Ketua Posko Penanganan Bencana Gempa Bumi Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyampaikan bahwa masa tanggap darurat telah ditetapkan sejak 2 April hingga 14 April 2026 berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Ternate.
Keputusan terkait perpanjangan masa tanggap darurat akan ditentukan setelah evaluasi lanjutan.
“Dengan akan berakhirnya masa tanggap darurat pada 14 April, keputusan apakah diperpanjang atau tidak akan ditentukan besok,” ujarnya.
Rizal menjelaskan, kondisi pengungsian saat ini relatif kondusif. Penempatan tenda yang dekat dengan permukiman warga dinilai memudahkan akses terhadap kebutuhan dasar seperti air bersih dan fasilitas sanitasi, ia juga terus mengimbau masyarakat agar tidak panik secara berlebihan.
Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Gede Eriksana Yasa, menjelaskan bahwa gempa susulan merupakan fenomena umum pascagempa utama.
Ia menyebutkan, rentetan gempa susulan dapat berlangsung selama dua hingga tiga minggu dengan kekuatan yang cenderung lebih kecil.
“Pasca gempa biasanya diikuti gempa susulan, namun tidak berpotensi tsunami. Hingga 13 April, tercatat sekitar 20 kejadian gempa dengan tren yang terus menurun,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa frekuensi gempa susulan diperkirakan akan semakin berkurang dalam beberapa minggu ke depan, sehingga masyarakat diminta tetap tenang dan berada di lokasi aman.
Di sisi lain, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menekankan pentingnya penyampaian informasi yang akurat dan transparan kepada masyarakat terdampak, khususnya di Batang Dua.
“Masyarakat membutuhkan kepastian informasi pascabencana, termasuk kemungkinan relokasi permukiman,” ujarnya.
Sarbin juga menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan instansi terkait dalam upaya mitigasi serta penanganan bencana secara berkelanjutan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengikuti arahan resmi, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
(Gus)













